Kamis, 21 Juni 2018
Kabid Olah Raga Dispora Cilegon, Apipudin, Ketua Forki Cilegon, Zulandry Firman, Ketua Forki Banten, Joe Manaloe, dan Wakil Sekretaris Koni Cilegon, Putik Mulian saat menghadiri Muscab Forki Cilegon di Aula SD YPWKSS, Kamis (22/2/2018).*

Zulandry Firman Kembali Pimpin FORKI Cilegon

CILEGON, (KB).- Zulandry Firman terpilih kembali memimpin Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Cilegon periode 2018-2022. Kepastian tersebut didapat melalui musyawarah cabang (muscab) yang digelar di Aula SD YPWKSS, Kamis (22/2/2018).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah peserta sepakat memilih Zulandry, karena pada saat menjabat periode sebelumnya dia dinilai telah berhasil mengangkat prestasi karate Cilegon.
“Saya kira memang pak Zul masih pantas untuk menakhodai FORKI Kota Cilegon. Apalagi, pak Zul sanggup memenuhi target 5 medali emas dalam Porprov mendatang,” kata seorang peserta muscab, Aris.

Menurut dia, proses pemilihan tersebut berjalan dengan lancar serta menjunjung tinggi demokrasi. Bahkan, sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. “Prosesnya sangat demokrasi dan ini juga bagian dari pembelajaran, walaupun dalam pemilihan tersebut terpilih secara aklamasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FORKI Cilegon terpilih, Zulandry Firman menuturkan, muscab merupakan amanah organisasi yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang dilaksanakan setiap 4 tahun.

“Tepat 4 tahun yang lalu, saya menerima mandat untuk memimpin FORKI Cilegon. Sebagai ketua, walaupun punya hak preogratif dalam menyusun kepengurusan yang baru, saya berharap, pengurus yang baru mampu mengemban amanah dan siap mengharumkan Forki Kota Cilegon,” ucapnya.

Ia melanjutkan, setelah menyusun pengurus akan langsung dilakukan rapat kerja, untuk membuat program kerja hingga 2022. Apalagi cabor karate selama ini sudah masuk dalam Pusat Latihan Cabang Olah Raga Binaan. Sebagai olah raga prestasi, pihaknya dituntut untuk bekerja keras dalam melakukan pembinaan.

“Nanti kami akan raker membuat program, setelah itu memantapkan pola pembinaan untuk mencetak atlet, karena karate sudah masuk dalam PLCOB. Kami tidak ingin berleha-leha, meskipun sejumlah atlet selama ini mempunyai prestasi yang sangat bagus,” tuturnya.

Dalam melakukan pembinaan, lanjut dia, pihaknya selalu menekankan pentingnya regenerasi, mengingat selama ini usia atlet tidak selalu berprestasi. “Artinya, kami harus menyiapkan pengganti-pengganti para senior yang sudah melewati masa golden age. Para juniornya ini atau generasi yang harus kami didik dan disiapkan sebagai calon pengganti para seniornya,” katanya. (HS)***


Sekilas Info

Para Tokoh Banten Ikut Kecanduan Piala Dunia

SERANG, (KB).- Para tokoh Banten ikut kecanduan Piala Dunia 2018. Umumnya mereka tidak menonton sendirian, namun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *