Zamzam, Alirkan Energi Suci Jemaah Haji

Maksuni Husen.*

Oleh : Maksuni Husen

Masjidil Haram adalah pusat ibadah jemaah haji dan umrah. Berbagai aktivitas ibadah seperti shalat lima waktu, shalat sunnah, zikir, membaca Alquran, thawaf, sa’i dan tahallul hampir dilakukan jemaah tanpa terputus selama 24 jam.

Aktivitas padat tentu memerlukan energi yang cukup. Salah satu yang menjaga energi jemaah tetap fit yakni tersedianya air zamzam pada setiap pinggir, lorong maupun dekat aktivitas jemaah yang padat seperti di pinggir area thawaf dan sa’i serta di sepanjang jalan Masjidil Haram.

Bagi jemaah haji, air zamzam adalah energi suci saat beraktivitas di Tanah Suci Mekkah. Air zamzam bukan sekadar air biasa namun diyakini umat Islam merupakan air suci atau air surga yang memiliki banyak keutamaan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baiknya air di permukaan bumi ialah air zamzam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit”.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ahmad dijelaskan air zamzam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya. Menilik asal usulnya, kata “zamzam” yang berasal dari bahasa Arab yang bermakna banyak atau melimpah. Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka’bah, berkedalaman 42 meter.

Mata airnya yang memancar tidak pernah kering, meskipun jutaan umat Islam meminumnya setiap hari terutama pada musim ibadah haji. Bahkan kini dengan kecanggihan teknologi, air zamzam juga bisa diperoleh di Masjid Nabawi Madinah yang berjarak 450 kilometer dari Kota Mekkah.

Ditilik dari sejarah, air zamzam lekat dengan kejadian yang dialami Nabi Ibrahim AS, anaknya Nabi Ismail AS dan Siti Hajar. Nama zamzam selalu merujuk pada sumber mata air yang memancar dari mata kaki Nabi Ismail AS saat kehausan, setelah ibundanya Siti Hajar bolak balik dari bukit Safa dan Marwah untuk mencari air.

A Muchlishon Rochmat dalam tulisan berjudul “Khasiat Air Zamzam menurut Hadits Nabi Muhammad” mengungkap dari beberapa literatur klasik, sumber mata air tersebut juga memiliki nama-nama lain, bukan hanya Zamzam.

Diantaranya hafirat Abdul Muthalib, suqya, al-ruwa’, hamzah Jibril,  syuba’ah, tha’amu tha’im, maktumah, rakdhah Jibril, madhnunah, dan lainnya. Nama-nama tersebut mengacu pada manfaat, khasiat, dan latar sejarah mata air itu.

Keistimewaan dan khasiat air zamzam ini menarik sejumlah ilmuwan untuk menelitinya. Muchlishon antara lain merujuk referensi peneliti Masaru Emoto. Di dalam “The True Power of Water, Emoto mengungkapkan bahwa air zamzam memiliki molekul yang beraturan.

Sejumlah Jemaah Haji saat mengambil Air Zam-Zam.*

Molekul air zamzam berbentuk kristal indah yang berkilauan dan teratur. Emoto menyatakan bahwa selama meneliti molekul, hanya molekul air zamzam lah yang teratur.

Dalam buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an juga mengungkap keistimewaan air zamzam. Di situ disebutkan kalau air zamzam tidak mengandung satu pun bakteri. Air zamzam dinilai sebagai air yang sangat bersih dan suci.

Di samping itu, air zamzam adalah air yang kaya akan kalsium (jenis mineral yang sangat penting untuk gigi dan tulang), bikarbonat (membantu pencernaan), magnesium (menjaga badan sehat), potassium (mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan), dan sodium (menjaga metabolisme).  (A Muchlishon, 2018).

Baik dari hadits Nabi SAW maupun penelitian ilmiah, tak perlu diragukan lagi terhadap keistimewaan dan khasiat air zamzam. Setidaknya jika merujuk hadits Nabi SAW di atas ada dua keistimewaan dan khasiat air zamzam, yakni bisa membuat perut yang lapar menjadi kenyang dan yang kedua bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Terhadap khasiat air zamzam ini dirasakan jemaah haji asal Provinsi Banten Maryaman. Ia mengaku selalu minum air zamzam baik saat di Masjidil Haram maupun di pemondokan. “Saya yakin dengan khasiat air zamzam. Yang sakit menjadi sehat, yang sehat tetap terjaga,” tutur anggota DPRD Kota Serang ini.

Khasiat air zamzam untuk penyembuhan penyakit ini diteliti oleh ulama besar Ibnu Qoyyim Al Jawziyah. Ibnu Qoyim memberikan testimoni kalau orang-orang yang meminum air zamzam di sekitarnya memiliki kekuatan fisik yang besar, utamanya saat mengelilingi Ka’bah untuk tawaf. (A. Muchlishon, 2018).

Dalam berbagai sumber literatur, khasiat air zamzam yang luar biasa juga dilakukan Malaikat Jibril saat mencuci hati Nabi Muhammad SAW sebelum melakukan Isra dan Mi’raj.

Dari berbagai referensi hadits dan penelitian ilmiah tak diragukan lagi mengenai keistimewaan air zamzam. Maka tak salah jika air zamzam juga menjadi oleh-oleh istimewa saat jemaah haji pulang ke Tanah Air. Allahu A’lam bisshawab. (Penulis, wartawan Kabar Banten dan Petugas Haji Daerah Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here