BAZNAS Imbau Masyarakat Berzakat ke Lembaga Resmi

    zakat, infak dan sedekah
    Ketua BAZNAS Provinsi Banten H Suparman Usman (tengah/berkopiah) sedang menyampaikan paparan dalam kegaiatan "Obrolan Ramadan" yang digelar HU Kabar Banten di Serang, Jumat (26/5) pagi.*

    SERANG, (KB).- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten H Suparman Usman mengimbau masyarakat untuk memercayakan zakat, infak dan sedekah (ZIS) kepada organisasi pengelola zakat yang resmi atau mengantongi izin. Jika ada pihak-pihak yang tidak resmi mengumpulkan mendistribusikan ZIS bisa terkena ancaman pidana.

    Menurut Suparman, di dalam Pasal 38 Undang-undang nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat disebutkan, ”Setiap orang dilarang dengan sengaja bertindak selaku amil zakat melakukan pengumpulan, pendistribusian, atau pendayagunaan zakat tanpa izin pejabat yang berwenang”.
    Ancaman pidana

    Sementara itu di dalam Pasal 41 ditegaskan, ”Setiap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)”.

    ”Atas dasar itulah, sebagaimana diperintahkan UU, kami mengimbau masyarakat untuk ber zakat, infak, dan sedekah kepada organisasi pengelola zakat yang resmi atau berizin,” kata Usman dalam acara ”Obrolan Ramadan” yang digelar HU Kabar Banten di Kantor Redaksi Kabar Banten Jalan A Yani, Jumat (26/5).

     

    Acara diskusi ini dihadiri unsur pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi di Banten,
    Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Biro Kesra Provinsi Banten, Dinas Pariwisata Banten, Bank Banten, Yayasan Kami Peduli, Radio Harmony, Abah Luqman Hakim Landy (Muallaf Australian) pendiri JIMS (Jakarta International Muslim Society) Foundation dan Ketua Majelis Kehormatan MADEENAH INDONESIA, serta pengurus Pondok Pesantren Noor El Madeenah dan pihak Telkomsel.

    Menurut UU No 23 Tahun 2011, lembaga pengelola zakat resmi adalah BAZNAS dan LAZ yang mengantongi izin dari pemerintah. Dalam aturan tersebut, BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional.

    di Banten ada lima LAZ yang sudah resmi

    Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BAZNAS baik di pusat, provinsi maupun kabupaten membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perusahaan swasta, dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. UPZ juga bisa dibentuk hingga tingkat kelurahan.

    Sementara LAZ sebagai pengelola zakat yang dikelola masyarakat (swasta) menurut UU itu dibentuk untuk membantu BAZNAS dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat.
    Sebelum melayani masyarakat, LAZ wajib mendapat izin menteri atau pejabat yang ditunjuk oleh menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang agama (Menteri Agama). Izin ini hanya diberikan apabila memenuhi berbagai persyaratan.

    Suparman menjelaskan, sejauh ini, di Banten ada lima LAZ yang sudah resmi/berizin, yakni Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Harapan Dhuafa, Inistaif Zakat Indonesia, dan Baitul Mal Hidyatullah.
    Menurut Suparman, raihan ZIS di Banten tahun 2016 mencapai Rp50,3 miliar. Raihan ini terdiri atas 35,9 miliar dari BAZNAS se- Provinsi Banten, dan sisanya dari LAZ. “Kami berharap, raihan ZIS pada tahun ini bisa lebih besar lagi,” katanya.

    Semarakkan Ramadan

    Sebelumnya, dalam kegiatan yang dipandu Deden Sunandar itu, Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar menjelaskan kegiatan bertajuk “Obrolan Ramadan” yang digelar HU Kabar Banten ini selain sebagai wadah silaturahmi, ditujukan pula untuk menyemarakkan Bulan Ramadan 1438 H serta meningkatkan gerakan berzakat, infak, dan sadaqah (ZIS) di Banten.

    “Kami melihat, potensi ZIS di Banten ini relatif cukup besar, akan tetapi raihannya belum optimal. Mudah-mudahan melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi listas sektoral ini bisa meningkatkan raihan ZIS,” katanya.
    Rachmat juga menjelaskan, forum pertemuan lintas sektoral atau ”Konsorsium Ramadan Peduli” ini diharapkan bisa menyinergikan berbagai kegiatan Ramadan. “Siapa tahu, kegiatan dari masing-masing lembaga ini, ada yang bisa disinergikan atau diintegrasikan, sehingga kegiatan maupun syiarnya menjadi lebih besar dan semarak,” katanya.

    Kendati demikian, Rachmat menegaskan, ajakan bersinergi ini tidak dimaksudkan untuk mengintervensi kegiatan masing-masing lembaga atau organisasi. Kegiatan Ramadan yang sudah direncanakan masing organisasi atau lembaga dipersilakan jalan masing-masing. ”Akan tetapi, jika ada kegiatan yang mungkin bisa disinergikan, alangkah lebih baik jika dipadukan,” tuturnya.

    Kampanye zakat, infak dan sedekah

    Dalam forum tersebut, Rachmat juga menegaskan pihaknya akan menyediakan ruang di HU Kabar Banten untuk kampanye bersama gerakan ber zakat, infak dan sedekah. “Mudah-mudahan dengan adanya kampanye gerakan berzakat ini, raihan ZIS bisa meningkat,” kata Rachmat.

    H Toton dari Biro Kesra Provinsi Banten, Kadarisman dari Kanwil Kemenag Banten dan Sapta Gumelar dari Dinas Pariwisata Provinsi Banten, mengapresiasi forum atau kegiatan ini. Mereka mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini karena selain sebagai ajang sosialisasi berbagai informasi dan regulasi, kegiatan ini bisa menyemarakkan Ramadan.

    Sementara itu, Ketua Dompet Dhuafa Banten Abdurrahman Usman dan Ketua Yayasan Harapan Dhuafa (Harfa) Mulyadi Firdaus mengatakan meski sudah mempunyai berbagai program dalam momentum Ramadan, mereka siap bersinergi untuk menyemarakkan kegiatan Ramadan bersama.(H-02)*

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here