Zakat Fitrah di Kabupaten Lebak Ditetapkan Rp 30 Ribu per Jiwa

KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Lebak menetapkan besaran konversi zakat fitrah 2019 sebesar Rp 30.000 per jiwa. Ketentuan besaran konversi tersebut berdasarkan kesepakatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Zakat Nasional (Baznas) setempat.

“Tahun ini, besaran konversi zakat fitrah yang sudah disepakati sebesar Rp 30.000 per jiwa. Kami berharap umat Muslim dapat melaksanakan kewajiban membayar zakat fitrah itu,” kata petugas Syariah Kemenag Lebak Akhmad Fauzi, Senin (13/5/2019).

Selain itu, kata dia, penetapan zakat fitrah sebesar Rp 30.000 per jiwa juga bisa dilakukan dengan beras 3,5 liter atau senilai dengan besaran konversi tersebut. Pembayaran zakat fitrah nantinya dikelola unit pengelola zakat (UPZ) di masing-masing tempat, baik di masyarakat maupun instansi pemerintah.

“Setelah dana zakat terkumpul, maka akan diserahkan ke Baznas Kabupaten Lebak. Karena wewenang penyaluran zakat ada di Baznas,” katanya.

Menurut dia, manfaat membayar zakat fitrah dinilai sangat luar biasa, selain mensucikan diri dan mensucikan harta. Zakat fitrah juga bisa membangun kepedulian sosial dengan membantu antarsesama umat manusia.

“Selain memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan masyarakat, kami berharap pembayaran zakat bisa secepatnya dilunasi sebesar Rp 30.000 per jiwa,” ucapnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak Eri Rahmat, mengaku siap menerima dana zakat yang dikelola UPZ untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya untuk keperluan Hari Raya Idulfitri.

“Saya kira dana zakat sangat diperlukan masyarakat yang tidak mampu ekonomi,” ujarnya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here