ZAKAT DAN PEMBANGUNAN ENTREPRENEUR UMAT

SESUNGGUHNYA usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, Serta mendustakan pahala terbaik, Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.( Al Lail: 4-11).

Rapat Koordinasi Nasional Baznas (Rakornas), yang diselenggarakan dari tanggal 4 sampai dengan 6 Oktober 2017, di Hotel Mercure Ancol Jakarta, merupakan suatu haflah yang sangat berharga dan strategis. Acara ini bukan hanya karena dihadiri oleh peserta dari seluruh Pengurus Baznas  provinsi dan beberapa utusan Baznas Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, yang seluruhnya mencapai 600 orang peserta.

Namun acara ini secara resmi di buka oleh Bapak Wakil Persiden H.M. Yusuf Kalla yang sekaligus beliau memberikan arahannya, juga di hadiri oleh Menteri Agama, Menteri/Kepala BAPPENAS, serta perwakilan dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Auditor Senior dari Ojek serta di lengkapi dengan Tausiyah dari Bapak Prof.Dr.KH. Didin Hafidin, MSc, mantan Ketua Baznas Pusat.

Forum Rakornas ini bukan hanya sekedar untuk membaca dan mengevaluasi laporan kegiatan Baznas di masing-masing daerah medio Januari sampai bulan September 2017, namun para peserta merasa senang dan puas atas arahan Bapak Wakil Persiden serta para menteri yang memberikan informasi dan sikap, yang kesemuanya itu memberikan dukungan penuh  terhadap keberhasilan Baznas di seluruh Indonesia.

Tiga point utama yang disampaikan oleh Wakil Persiden; Kegiatan Baznas harus mampu membentuk generasi baru Muzakki melalui kewirausahaan; Membangun kepercayaan masyarakat melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat; dan kecepatan penyaluran zakat yang sudah terhimpun.

Kepala BAPPENAS, mencoba memberikan rancang-pikir, bahwa sebagian dari aktifitas Baznas adalah bahagian dari tujuan SDGs, dimana sebagian dari asnaf zakat adalah bahagian dari upaya yang dilakukan oleh SDGs secara internasional. Untuk mempertegas persoalan ini, Ketua Baznas, Prof.Dr. Bambang Sudibyo, MBA,Ca menyampaikan dua hal penting; Bahwa kesenjangan social di Indonesia sudah pada titk membahayakan, 1 % penduduk Indonesia menguasai 49 % asset nasional dan 10 % menguasai 84 % total asset nasional. Maka arah dari penyaluran zakat harus juga di arus-tamakan pada bantuan ke usaha kecil menengah untuk meningkatkan peran UMKM dan Pembentukan entrepreneur umat dalam penguasaan ekonomi nasional.

Problema yang muncul di forum rakornas menjadi pembahasan para peserta yang terbagi kedalam beberapa Komisi. Komisi A Membahas tentang Penghimpunan, yang meliputi;  Strategi Penghimpunan ZIS berbasis KPI; Sinergi Penghimpunan ZIS dan Alokasi Target Nasional Penghimpunan ZIS2018. Komisi B, membahas tentang Pendistribusian, melalui; Strategi Pendistribusian dan PendayagunaanZIS berbasis KPI; Sinergi Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS serta Alokasi Target Nasional Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS Tahun 2018; Best Practices Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS.

Komisi C, tentang Tata Kelola Organisasi, meliputi; Tata Kelola Organisasi Pengelola Zakat; Sinergi Sistem Informasi Manajemen ZIS; SistemPengendalian Internal (SPI); Srtifikasi Amil ZIS; Audit Keuangan; Audit Syari’ah; Satuan Audit Internal (SAI); Pelaporan dan Pertanggung-jawaban ZIS; dan Zakat Core Principle. Komisi D, membahas tentan Rencana Pengembangan Perzakatan Nasional (Renbang) meliputi; Rencana Pengembangan Perzakatan Nasional; Renstra BAZNAS 2016-2030; Blueprint Perzakatan Nasional 2020-2030; dan Koordinasi Zakat Nasional.

Dari hasil sidang empat komisi yang berkaitan dengan permasalahanya, kemudian dilanjutkan pada Sidang Pleno dan menghasilkan 30 point kesimpulan yang disebut dengan Resolusi Rapat Koordinasi Zakat Nasional 2017. Dari ke-tiga puluh poin resolusi tersebut dapat kita simpulkan;

  1. Undang-Undang No. 23 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014 serta peraturan penunjang lainnya adalah dasar pegangan bagi terselenggaranya pengelolaan ZIS secara nasional.
  2. Sebagai Pejabat Negara yang bertanggung jawab untuk terlaksananya Undang-undang dan Peraturan tersebut, para Gubernur dan Bupati/Walikota harus berperan aktif untuk keberhasilannya.
  3. Masing-masing Daerah harus berupaya untuk terbentuknya PERDA Zakat, agar Pengelolaan ZIS dapat berjalan dengan baik dan penuh tanggung jawab.
  4. BAZNAS, sebagai lembaga ZIS yang lahir berdasarkan Undang-undang sudah semestinya dapat disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.
  5. Para Pengurus BAZNAS, harus membangun komunikasi yang sinergis dengan Pemerintah Daerah dimana mereka berada.
  6. Menejemen pengelolaan ZIS, sebagai upaya transparansi dan akuntabilitas harus benar-benar berjalan dengan baik
  7. Semua pengurus Baznas di semua tingkatan harus berusaha meningkatkan profesionalisme dalam pengeloaan ZIS.

Keterkaitan Zakat dalam Pembentukan Entrepreneur Umat, sebagaimana telah dikemukakan dalam ayat diatas, bahwa pada dasarnya semua individu manusia telah dianugrahi kemampuan basic yang berbeda-beda. Maka dengan sendirinya dalam membentuk dan mengembangkan jiwa kewira-usahaan tidaklah semua orang memilikinya. Untuk itulah diperlukan pendataan dan penelaahan yang lebih slektif, sehingga seseorang yang dapat dikembangkan jiwa entrepreneurnya itulah yang harus kita bina dan kembangkan.

Setiap muslim, sudah mengetahui dan meyakini bahwa kehidupan duniawi ini dipersiapkan Allah SWT untuk mereka sebagai lahan dan kesempatan beribadah. Untuk mengembangkan kesadaran beragama dan beribadah merupakan keniscayaan harus selalu menjadi bahagian dari upaya pemberdayaan umat. Dalam kaitan inilah peran para pemimpin, ulama dan cerdik cendikia memiliki tugas yang paling besar.

Bukankah Allah telah memberikan firman-Nya “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat” ( An Nahl: 91). Selamat Rakerda. (Penulis: H. Moh. Suhri Utsman, WK.II Baznas Provinsi Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here