Rabu, 26 September 2018

Yuk, Nabung Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan (KP) Serang menggelar workshop wartawan di kantornya, Jl. Veteran, Kota Serang, Rabu (28/02). Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB sampai 12.00 WIB tersebut untuk memperkenalkan kantor baru BEI yang diresmikan pada Desember 2017. Kegiatan itu dijadikan kesempatan BEI untuk mengajak masyarakat berinvestasi saham. Sebab, ada banyak keuntungan yang didapatkan dengan membeli saham atau berinvestasi untuk masa depan.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Serang, Achmad Dirgantara, mengatakan di Provinsi Banten terdapat 43.799 pemilik saham aktif. Yakni, di Kota Cilegon sebanyak 2.727 investor, Lebak 306, Pandeglang 278, Serang 2.533, Tangerang 27.811, dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 10.144.

“Jumlah investor saham aktif di Indonesia sebanyak 629.905, termasuk di Provinsi Banten yang terbagi pada beberapa daerah, seperti Cilegon ada 2.727, Lebak 306, Pandeglang 278, di Serang sendiri ada sebanyak 2.533 dan yang paling banyak ada di Tangerang dengan jumlah 27.811, terakhir Tangerang Selatan sebanyak 10.144,” ujar Achmad dalam paparannya.

Dijelaskannya, saham adalah bukti kepemilikan suatu perseroan atau perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan dengan batas minimal pembelian saham sebanyak 1 lot (100 lembar). Setelah memiliki saham, pemilik bisa mempertahankannya atau menjual kembali sahamnya kepada pembeli. Ia juga mengungkapkan, ada sebagian masyarakat menganggap bahwa jual beli saham adalah judi. Namun, sebenarnya kembali lagi kepada si pemegang saham. “Apakah mereka benar-benar untuk investasi atau hanya sekedar bermain ketika saham sedang naik,” katanya.

Masyarakat juga dihimbau untuk berhati-hati dalam berinvestasi, karena ada banyak perusahaan bodong atau tidak jelas. “Apabila ingin berinvestasi, lebih baik periksakan terlebih dahulu perusahaan yang akan dipilih ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK apakah sudah terdaftar atau belum,” katanya. Dikemukakan, di Indonesia banyak perusahaan tidak jelas atau bodong yang menawarkan investasi kepada masyarakat untuk bergabung di perusahaan mereka.

Kebanyakan warga tergiur karena ketika melihat saham perusahaan tersebut sedang naik atau tinggi. Kemudian warga berlomba-lomba membeli menginvestasikan dengan modal yang cukup besar, yang pada akhirnya setelah berjalan perusahaan tersebut ternyata melakukan penipuan. Dikatakan, bagi masyarakat yang ingin berinvestasi kini sudah semakin mudah cukup dengan memainkan gadget saja sudah bisa mendaftar dan hanya dengan modal Rp 100.000 sudah dapat memiliki saham yang diinginkan.

“Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka sekolah pasar modal untuk masyarakat umum. Tujuannya, adalah untuk memberikan pelatihan sekaligus pemahaman tentang pasar modal dan investasi saham,” katanya. Baginya, investasi adalah cara terbaik untuk melindungi sekaligus mengantisipasi kenaikan harga. Selain itu, investasi saham juga bisa disimpan atau diwariskan kepada anak dan cucu. (Rizqi Putri)***


Sekilas Info

Bank Indonesia Banten Gelar Workshop “Capacity Building”

SERANG, (KB).- Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Banten mengelar workshop Capacity Building Generasi Baru Indonesia …

One comment

  1. Mohon informasi pelatihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *