YPI Kota Serang Diminta Hadirkan Indonesia ‘Corner’ di Matthayom Thailand

Pihak YPI Kota Serang dan Matthayom Watnairong School Thailand, menunjukkan dokumen Memorandum of Understanding (MoU), usai acara penandatanganan MoU di Gedung Olah raga YPI Kota Serang, Rabu (6/11/2019).*

SERANG, (KB).- Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) Kota Serang diminta membuat Indonesia corner atau pojok Indonesia di Matthayom Watnairong School Thailand. Hal tersebut terungkap dalam Memorandum of Understanding (MoU) YPI Kota Serang-Matthayom Watnairong School Thailand, yang ditandatangani kedua belah pihak di YPI Kota Serang, Rabu (6/11/2019).

Kepala Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional YPI Kota Serang, Nurul Fariq menyampaikan bahwa Mou tersebut merupakan kesepakatan bersama yang telah dibahas sejak 2017. Di Matthayom Watnairong School, kata dia, telah memiliki English Corner dan Jepang Corner. Namun di sekolah tersebut belum ada Indonesia Corner.

“Matthayom Watnairong School belum ada pembelajaran tentang Indonesia, begitupun sebaliknya di YPI Kota Serang belum ada Bahasa Thailand. Itu yang jadi alasan kami melakukan MoU,” kata Fariq kepada Kabar Banten, Sabtu (8/11/2019).

Ia menjelaskan, ke depan pihaknya akan mengirimkan guru Bahasa Indonesia untuk belajar di Matthayom Thailand, begitu juga sebaliknya. Bahkan, Matthayom Thailand telah membawa guru mereka untuk belajar di sekolah Informatika. Selain itu, pertukaran guru tersebut juga dibarengi dengan pertukaran siswa.

“Pertukaran tersebut sebagai pengenalan bagi kami dan pada 2020 nanti kami akan berkunjung ke Matthayom Watnairong School Thailand,” ujarnya.

Baca Juga : Program Sister School, Siswa Matthayom Thailand Belajar di Kota Serang

Ia mengungkapkan, untuk penempatan Thailand corner di Informatika Kota Serang pihaknya sudah mempersiapkannya, namun belum dipilih akan di tempatkan dimana. Sedangkan perlengkapan buku-buku dan lainnya akan didatangkan langsung dari sana.

“Matthayom banyak melakukan kerjasama dengan sekolah di Indonesia, tapi belum ada yang memberikan Indonesia corner dan kami diminta untuk menyediakan Indonesia corner di sana (Matthayom),” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya membutuhkan pemerintah untuk mensuplai atau menyediakan buku-buku tentang sejarah Indonesia. “Tahun kemarin kami membawa buku sejarah Indonesia dari Dinas Pariwisata untuk mereka,” ujar Fariq.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) Mulya R Rachmatoellah meminta guru dan siswa untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan 5.0. Selain itu, saling menghormati dan bersinergi untuk mempererat hubungan antar kedua institusi, ujarnya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here