Yoyon: Warga Banten Harus Dukung Proyek Strategis Nasional‎

PANDEGLANG, (KB).-  Anggota Fraksi Demokrat DPRD Banten, Yoyon Sujana meminta warga Banten untuk mendukung penuh terhadap proyek strategis nasional (PSN), pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang. Karena proyek tersebut selain menopang pembangunan Kawasan Ekonomi Khsus (KEK) Tanjung Lesung juga akan menunjang ke arah percepatan pembangunan Banten selatan.

“Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sebagai bagian dari program pemerintah pusat yang digulikan Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan destinase wisata terbesar se Asia yakni KEK. Ini akan menjadi icon Banten sebagai provinsi yang maju dalam pengembangan destinasi wisata,” kata Yoyon kepada Kabar Banten, saat memimpin kunjungan kerja Komisi I DPRD Banten ke Kantor Wilayah BPN  Lampung di  Kota Teluk Betung, Bandar Lampung, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya tujuan kunker ke BPN membawa dua agenda, pertama terkait langkah pembebasan lahan untuk PSN dan studi bandung tentang permasalahan penyelesaian pertanahan yang sesuai dengan Paraturan Perundang -Undangan. Menurutnya, saat berada di Kantor Wilayah BPN Lampung diterima langsung oleh Iing Sarkim (Kakanwil BPN Provinsi  Lampung) yang dihadiri para pegawai BPN, Ridwan J (Wakanwil), Albert M(Kabid Peng) ‎, Toni(Kabid Persengketaan),M.Aminullah(Kepala BPN Kabupaten Lampung  Selatan) dan ‎Hasan(Kepala BPN Kabupaten Lampung Tengah)

Dari hasil kunjungan kerja itu, kata Yoyon, pemerintah penting melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat saat melaksanakan proyek pembangunan yang berkaitan dengan pembebasan lahan. Sebab, sosialisasi ini selain memberikan asas transparansi juga mengikut sertakan partisipasi aspirasi masyarakat dalam mengawal program pembangunan. Sehingga program pembangunan akan berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. “‎Untuk mewujudkan pembangunan dibutuhkan ketegasan dan kekompakan pemerintah dalam mendukung setiap program pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten,” ujarnya.

Berkaitan dengan pembebasan lahan dan harga ganti rugi, perlu merujuk pada keputusan tim  APRESEL, terkait klasifikasi tanah untuk penentuan harga ganti rugi harus dijadikan dasar pembayaran.  Proses pembayaran langsung melalui rekening masing-masing pemilik tanah. Apabila saat dilakukan pembayaran masih ada persengketaan, maka uang untuk membayarnya dititipkan di kejaksaan atau pengadilan. (Endang)‎***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here