Yasonna Resmikan Kampus Poltekip dan Poltekim

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mendampingi Menkumham Yasonna Laoly meresmikan Gedung Poltekip dan Poltekim, di Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (9/7/2019).*

TANGERANG, (KB).- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly meresmikan Gedung Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim). Peresmian kampus tersebut, berlangsung di atas lahan 22 hektare di Jalan Satria Sudirman, Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (9/7/2019).

Ia mengatakan, fasilitas kampus tersebut, dapat mencetak dan meningkatkan sumber daya manusia di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Mudah-mudahan pembangunan infrastruktur ini meningkatkan kualitas Kemenkumham, mencetak ASN yang andal dalam bidang kemasyarakatan dan keimigrasian,” katanya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur di area Pusat Pemerintahan Kota Tangerang tersebut, dilakukan secara bertahap. Kampus Poltekip dan Poltekim tersebut, merupakan tahap pertama yang sudah diresmikan, nantinya pihaknya akan membangun asrama. “Ini pembangunan tahap pertama. Dalam waktu dekat juga PUPR akan membangun asrama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ucap dia, pihaknya menargetkan 5 hingga 7 tahun ke depan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) lebih berkualitas. Menurut dia, Kemenkumham mampu dapat bersaing dengan SDM di luar kementerian lainnya maupun dengan SDM swasta. “Maka, SDM kami harus seimbang dengan SDM lainnya,” tuturnya.

Namun, dia mengajak kepada para dosen untuk meng-upgrade diri dalam ilmu pengetahuan yang update sesuai tantangan zamannya. Meski, tidak lagi masuk pada pola pengajaran konvensional, namun harus sudah masuk pola pengajaran yang betul visioner menggunakan teknologi-teknologi modern.

“Dalam pengajaran menantang mahasiswa lebih kreatif, tantangan-tantangan ini sejak awal harus diberikan kepada mahasiswa, agar mereka jadi petarung-petarung kemudian hari,” katanya.

Meski demikian, dia meminta para Direktur Poltekip dan Poltekim, agar dapat menyiapkan sarana dan prasarana yang sudah dibangun dengan menargetkan 5 tahun ke depan lebih sempurna. Oleh karena itu, ujar dia, keberadaan Politeknik Ilmu Pemasayarakatan dan Politeknik Imigrasi, adalah sebagai tempat yang strategis dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdedikasi tinggi.

“Kampus kami ini diharapkan menjadi tempat pendidikan, penelitian, pengadian masyarakat sekaligus tempat penyamaian nilai-nilai luhur, nilai juang, dan nilai kebangsaan,” ucapnya.

Ia menuturkan, aparatur sipil negara (ASN) menjadi pionir kebangsaan menjadi anak bangsa, anak perekat persatuan, agar dapat meninggalkan skat yang menjadi primodialistik. “Tinggalkan skat primodialistik yang akan merusak bangsa ini ke depan. Saya minta kapada anak saya, jadilah anak bangsa yg betul perekat bangsa ini, pemersatu bangsa, bukan pemecah bangsa,” tuturnya.

Ia berharap kepada anak bangsa Indonesia, agar dapat berlomba-lomba dalam kebaikan-kebaikan bangsa ini. “Fastabikul khoirot, berlomba yang terbaik untuk bangsa, bukan untuk berlomba membuat perpecahan yang bangsa ini,” katanya.

Tentunya, sebagai negara yang besar dengan berbagai macam suku dan budaya harus dirawat dengan baik terlebih SDM mempuni. “Selain cerdas, profesional, tapi punya semangat kebangsaan yang tinggi,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here