Senin, 15 Oktober 2018
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar beserta Pimpinan Ormas Islam lainnya silaturahim kepada Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Rabu (13/6/2018).

Yahya Cholil Tsaquf ke Israel, Ini Kata PB Mathla’ul Anwar

PANDEGLANG, (KB).- Kehadiran Yahya Cholil Tsaquf dalam forum diskusi di Komunitas Yahudi Amerika (AJC) Global Forum 2018 Yerusalem mengundang reaksi keras dan sebagian umat Islam Indonesia.

Terkait ini, Pengurus Besar Mathla’ul Anwar mengeluarkan pernyataan sikap yang ditandatangani KH. Ahmad Sadeli Karim, Lc (Ketua Umum) dan H. Oke Setiadi, M.Sc (Sekretaris Jenderal).

Mathla’ul Anwar memandang kehadiran Yahya Cholil Tsaquf dalam forum tersebut telah melukai umat Islam pada umumnya dan Palestina pada khususnya.

Berikut pernyataan sikap PB Mathla’ul Anwar:
Pertama, Yahya Cholil Tsaqufiliki menodai imigrasi Muslim Islam Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang dapat dilakukan Muslim di belahan bumi lainnya. Terlebih saat itu adalah kata-kata yang diperlihatkan pada Islam dengan mengatakan, “Dan salah satu dari beberapa sumber diajar agama itu sendiri.” Bahkan mengiyakan kompilasi ditegaskan maksudnya adalah melakukan intrepretasi ulang terhadap teks Alquran dan Hadits.

Kedua, Yahya Cholil Tsaquf telah menodai konstitusi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa seluruh penjajahan di dunia harus menghapuskan. Dengan tiadanya sedikit pun mengatakan bahwa Zionis Israel telah semena-mena menjajah Palestina.

Ketiga, Yahya Cholil Tsaquf telah menodai agamanya sendiri yang menjunjung kemuliaan Alquran sebagai kalamullah yang kekal. Terutama, ketika ia mengatakan, “Alquran dan Hadits adalah dokumen sejarah.”

Keempat, Yahya Cholil Tsaquf telah menodai berbagai proses diplomasi pemerintah Republik Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dengan konsep santai rahmah yang berfungsi sebagai resolusi atas durasi Islam tanpa sedikitpun mengoreksi sikap penjajah Zionis Israel yang telah membantai warga Palestina secara keji.

Kelima, oleh karena itu, meminta kepada Presiden untuk memberhentikan Yahya Cholil Tsaquf sebagai Dewan Pertimbangan Presiden, karena telah melukai perasaan dan perjuangan umat Islam Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Meminta Presiden untuk mempertimbangkan pendapatan aliran dana dari Israel kepada yang bersangkutan. (KO)* 


Sekilas Info

Polres Pandeglang Selidiki Kasus KIS Tercecer di Bak Sampah‎

PANDEGLANG, (KB).- Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menegaskan, aparat kepolisian sedang menyelidiki kasus penemuan ratusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *