Wisatawan Pantai Carita Abaikan Protokol Kesehatan

PANDEGLANG, (KB).- Mayoritas wisatawan atau pengunjung tempat wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang mulai melanggar protokol kesehatan (protokes) tentang aturan pengggunaan masker di era new normal atau era kenormalan baru pandemi Covid-19.

Selain wisatawan juga pengelola objek wisata dengan mudah menerima pengunjung tanpa mengedepankan protokol kesehatan. Pantauan di lokasi Pantai Carita, Ahad (28/6/2020).

Ia menyebutkan, sebagian besar pengelola wisata pantai jarang menyediakan hand sanitizer atau cairan pencuci tangan di pintu masuk maupun di lokasi penjualan tiket. Bahkan tidak terlihat ada imbauan menaati protokol kesehatan di sejumlah objek wisata pantai.

Sementara itu pengunjung pantai tersebut berdatangan dari berbagai daerah. Mereka mendatangi objek wisata dengan berkelompok tanpa memperhatikan physical distancing.

Salah seorang pengunjung pantai, Rina mengatakan, dirinya menganggap bahwa masa pandemi sudah berakhir, sehingga dianggap sudah tidak perlu memperhatikan protokol kesehatan.

“Ini kan sudah era normal baru. Kalau masyarakat bawah beranggapan era normal baru itu seolah sudah bebas beraktivitas, ya tidak lockdown lagi. Makanya jarang pakai masker. Kalau saya kan hanya berlibur mengisi waktu luang, karena baru beberapa hari wisata ini dibuka. Makanya saya ke Pantai Carita. Persoalan protokol kesehatan tinggal tergantung kitanya saja, toh orang lain juga belum tentu menggunakan masker,” kata Rina kepada Kabar Banten di Carita.

Sementara itu, pengelola Pantai Carita Kelvin Candra, sudah memberikan imbauan kepada para pengunjung wisata. Selain berhati-hati dalam berenang, dia juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Susah ya mengatur pengunjung, namanya juga kan di pantai kalau gak ramai gak seru . Mungkin mereka beranggapan seperti itu, tapi paling tidak kami sebagai pengelola sudah memberikan imbauan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pandeglang Ahmad Sulaeman mengatakan, tempat wisata memang berisiko penyebaran virus corona.

“Sampai hari ini masih ada warga terkonfirmasi terpapar Covid-19. Angka kematian secara nasional makin meningkat mendekati 3.000. Yah semua kembali ke masyarakat. Apabila tidak peduli, bisa jadi ada klaster covid di wilayah kita, seperti yang terjadi di Surabaya,” ucapnya.

Menurut Sulaeman, tempat wisata sudah diberi surat edaran untuk memperhatikan protokol kesehatan. Namun, dia menekankan agar membatasi jumlah kunjungan.

“Kalo saat ini bukan waktu yang tepat untuk kumpul. Kecuali diatur dengan protokol kesehata. Kalo di tempat wisata kan sulit. Mana yang datangnya dari segala daerah, susah dipantau. Maka seharusnya kesadaran yang diutamakan. Kemungkinan apabila kasusnya terus bertambah nanti akan ada pembatasan pengunjung pengunjung dan jam operasi di objek wisata,” katanya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here