Wisatawan Kembali Ramai, Tingkat Hunian Hotel Dinilai Masih Lesu

Pihak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten menilai, tingkat hunian hotel di kawasan Anyer dan Cinangka masih lesu, meskipun jumlah kunjungan ke wisata pantai saat ini mulai kembali ramai. Hal tersebut, karena mayoritas wisatawan yang datang merupakan warga lokal yang tidak menginap di hotel.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam menjelaskan, hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan pada tingkat hunian hotel di kawasan wisata Anyer dan Cinangka. Meskipun pasca-Lebaran kemarin jumlah wisatawannya cukup tinggi. Namun, mereka rata-rata merupakan warga lokal saja.

“Hunian hotel sampai saat ini belum ada peningkatan. Masih sama saja, karena sebagian juga ada yang tutup. Kemarin yang datang ke pantai cuma warga lokalnya saja,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Untuk yang menginap, lanjut dia, hanya ada sekitar satu sampai dua orang saja di hotel yang ada di kawasan tersebut. Selebihnya, yakni hanya wisatawan yang berkunjung ke pantai untuk melepas penat setelah sebulan berpuasa. Sampai saat ini kondisi hotel belum menunjukkan perubahan yang signifikan akibat dampak pandemi Covid-19.

“Dari Tangerang ada, itu menginap. Tapi, paling sekitar satu sampai dua orang. Sisanya wisatawan dari Pandeglang, Serang, dan lokal lainnya. Hotel belum ada perubahan kondisinya masih sama saja,” ujarnya.

Ia menuturkan, jumlah hotel dan restoran yang ada di Anyer dan Cinangka sampai saat ini masih ada sebagian yang tutup. Bahkan, masih banyak karyawannya yang dirumahkan, sehingga untuk mulai beroperasi belum memungkinkan. Sementara, untuk jumlah hotel yang tutup sampai saat ini, pihaknya belum dapat memprediksi.

“Jumlahnya yang tutup di Anyer dan Cinangka hampir banyak, tapi saya belum bisa mendata berapa jumlahnya yang tutup. Hanya saja saat ini kami sedang mempersiapkan untuk new normal (kenormalan baru),” ucapnya.

Ia mengatakan, dalam menghadapi kenormalan baru, semua pelaku usaha hotel dan restoran, agar mengutamakan protokol kesehatan kepada pengunjung. Kemudian, mempersiapkan untuk marketing atau penjualannya serta mempekerjakan kembali karyawan-karyawannya yang dirumahkan.

“Ya kami juga mempersiapkan untuk new normal. Dari segi marketing-nya kami siapkan, kemudian protokol kesehatannya tetap dijaga dan mempekerjakan kembali karyawannya,” tuturnya. (Tresna Mulyana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here