Wisata Pulau Oar Memesona

Wisata Pulau Oar yang terletak sekitar 3 kilometer dari daratan Kecamatan Sumur dengan jarak tempuh setengah jam menggunakan perahu sampang. Tempat wisata di pandeglang tersebut tampaknya memiliki daya tarik bagi para wisatawan. Hampir setiap pekan, mulai Sabtu dan Ahad, wisata tersebut banyak dikunjungi wisatawan dari Jakarta dan Bogor. Sebagian besar dari mereka tertarik berwisata pulau di Sumur, Kecamatan Sumur, Pandeglang, karena suasana alamnya masih murni. Cukup dengan membayar perahu sampang Rp 200.000, para wisatawan bisa mengajak keluarganya untuk diantar jemput menuju pulau tersebut.

Arya, warga Jakarta mengaku datang ke lokasi Pulau Oar sejak Sabtu sore dan menginap di pulau bersama teman-teman. Dengan perlengkapan tenda dan makanan secukupnya, para wisatawan merasa puas bisa berwisata malam di Pulau Poar. “Pemandangannya indah, pantainya bersih dan pasirnya putih. Ya, cukup mengasyikkan dan tidak kalah dengan tempat wisata di pandeglang lainnya di luar daerah,” katanya.

Menurutnya, potensi Pulau Oar bisa menjadi wisata yang memesona di Banten bahkan nasional jika di lokasinya dilengkapi sarana dan wahana. Meski demikian, untuk membangun pariwisata yang andal butuh keroyokan semua pihak untuk membangunnya. Tidak saja stakeholder, namun perlu ada peran pemerintah setempat.

1.000 wisatawan

Sementara itu, salah seorang pemilik perahu wisata Pulau Oar, Hj. Neneng, mengakui setiap bulannya pengunjung wisata Oar tak kurang dari 1.000 wisatawan. Ini peluang bagi kemajuan daerah Sumur, jika pemerintah ikut menopang perbaikan jalan wisata menuju daratan Pulau Oar. “Emang sih, selama ini wisatawan masih tetap tertarik dengan wisata, tapi terkadang mereka sedikit terganggu oleh kondisi jalan rusak,” katanya.

Pemilik rumah makan terkenal di Sumur, Hj. Aminah mengatakan, dirinya sudah hampir puluhan tahun menjalani usaha warung ikan bakar dan sampai sekarang warungnya masih banyak dikunjungi wisatawan.  “Sebetulnya warga hanya mendambakan perbaikan jalan agar bisa menopang kemajuan wisata dan perekonomian masyarakat,” ujarnya. (Endang Mulyana/KB)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here