Wisata Pantai Tutup, Wisatawan Kunjungi Saung Biru di Lereng Gunung Karang

PANDEGLANG, (KB).- Ribuan wisatawan lokal dalam satu hari mengunjungi objek wisata Saung Biru yang berada di lereng Gunung Karang, lebih tepatnya di Desa Kadu Engang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Ramainya pengunjung tersebut, karena beberapa objek wisata pantai yang saat ini sedang ditutup oleh pemerintah daerah. Rupanya Saung biru Kaduengang menjadi salah satu alternatif untuk mengisi libur lebaran, selain mendapatkan keindahan panorama yang eksotis, kini kehadiran landmark baru menjadi daya tarik yang luar biasa.

Wisata spot foto ini dibuka pada tahun 2018 lalu, namun saat ini lokasi wisata tersebut semakin cantik dengan adanya landmark yang bertuliskan Pandeglang, yang merupakan salah satu spot foto favorit para pengunjung. 

Seorang pengunjung, Sela (20) mengaku cukup puas setelah sampai di objek wisata Saung Biru tersebut, ia bersama ke empat temannya datang dari Kabupaten Lebak, karena penasaran dengan keindahan spot swafoto dengan latar belakang landmark yang dia lihat dari media sosial.

“Saya tahu tempat ini dari instagram, makannya saya cepet kesini sebelum ditutup,” kata Sela, saat ditemui di lokasi, Kamis (28/05/2020).

Meskipun akses jalan menuju wisata ini cukup sulit, tidak mengurungkan niatnya untuk menikmati sejuknya pegunungan dan berswafoto dengan latarbelakang keindahan yang memanjakan mata para pengunjung.

“Tadi capek banget, jalannya rusak dan nanjak, tapi setelah sampai di atas capenya terobati. Bagus juga tempatnya, sejuk lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Wisata Saung Biru Kadu Engang, Jajang mengaku kewalahan dengan membludaknya pengunjung. Sebab, dengan jumlah pengelola yang sedikit, tidak sebanding dengan kedatangan para pengunjung yang mencapai 1500 orang per hari.

“Sehari itu bisa mencapai 1.500 orang yang datang, cukup kewalahan juga karena yang mengelola di sini sedikit,”  ujarnya.

Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya selalu menghimbau kepada para pengunjung untuk menjaga kesehatan sesuai protokol kesehatan, seperti cuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Kalau yang tidak pakai masker kita himbau, dan disini kita sediakan tempat cuci tangan,” tuturnya.

Pihaknya berencana akan memberlakukan wajib pakai masker bagi pengunjung, jika pengunjung tidak menggunakan masker petugas tidak akan mengijinkan untuk masuk area wisata. 

“Kedepannya kita akan berlakukan wajib pakai masker, kalau tidak pakai masker tidak akan diperbolehkan masuk, dan kita akan sediakan penjual masker disini, yang akan dikelola oleh warga sekitar,” katanya. (Ade Taufik/KB)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here