Wisata Pantai Dinilai Aman Dikunjungi, Gempa Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

SERANG, (KB).- Gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) yang berpusat di Sumur, Kabupaten Pandeglang pada Jumat (2/8/2019) mempengaruhi kunjungan wisatawan di kawasan wisata Anyer-Cinangka Kabupaten Serang. Sejumlah pengunjung dikabarkan banyak yang pulang dan membatalkan pesanan hotelnya pada libur akhir pekan kemarin.

Ketua PHRI Kabupaten Serang Agus Zaenal mengatakan, untuk dampak secara keseluruhan pihaknya masih belum mengetahui lebih jauh. Namun yang pasti pasca kejadian banyak tamu yang langsung pulang. “(Hotel dan penginapan) yang ada tamunya sebagian (pulang),” ujarnya kepada Kabar Banten, Senin (5/8/2019).

Agus mengatakan, akibatnya pada Sabtu-Minggu kawasan wisata tersebut sedikit sepi. Namun demikian, masih mencari tahu dampak lanjutan dari adanya gempa tersebut.

“Pengaruh ke berikutnya saya belum tahu dan belum cek ke yang lainnya. Hanya sebagian kondisinya seperti itu. Kurang tahu kalau jumlahnya (yang membatalkan dan pulang), ada yang setengahnya sih, tiap hotel beda-beda,” tuturnya.

Menurut dia, dampak lanjutan dari gempa ini kemungkinan baru bisa diketahui dua atau tiga hari kedepan. Namun diyakini gempa tersebut akan memberikan dampak walau tidak sedrastis pada 22 Desember 2018.

“Besok atau lusa baru kelihatan (dampaknya). Kayanya pasti ada dampaknya, kita baru mulai lumayan (Ramai pasca gempa 2018) malah itu (Gempa) lagi,” katanya.

Agus berharap kondisi ini tidak akan berdampak panjang. Sebab dalam minggu ini pun sudah memasuki lebaran haji dan dilanjut dengan peringatan HUT 17 Agustus. Menurut dia, untuk terus menjaga kondisi pariwisata di Anyer-Cinangka, para pengusaha harus tetap melakukan promosi bahwa Anyer aman.

“Kita harus promosi, tapi belum tahu langkah-langkahnya, teman teman juga belum menyiapkan (langkah). Hari Rabu (7/8/2019) mau konsolidasi dulu, sekarang masih menganga, nanti Rabu kita bahas ke promosi yang penting aman,” tuturnya.

Ketua Balawista Kabupaten Serang Dede Sulaeman mengatakan, kunjungan wisata pantai sempat mengalami penurunan akibat gempa tersebut. “Untuk gempa kemarin berpengaruh. Jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis bahkan yang sudah booking hotel maupun ke pantai umum banyak yang di cancel,” ujarnya.

Dia menjelaskan, banyaknya tamu atau wisatawan yang membatalkan kunjungan dikarenakan mereka merasa khawatir. Namun, pihaknya menilai sekarang untuk kawasan wisata Anyer dan Cinangka dalam kondisi aman dan kondusif. “Sekarang masih kondusif, masih ada kunjungan tapi tidak banyak,” ucapnya.

Wisata Pantai Aman Dikunjungi

Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Hamdani mengatakan, saat ini dirinya mengaku belum mengecek ke lapangan apakah ada pengurangan kunjungan atau tidak. Namun demikian dirinya sudah menyebarkan surat imbauan melalui media sosial.

“Itu salah satu upaya saya. Isi (Imbauan) nya saya nyatakan bahwa kejadian kemarin itu gempa bumi, wilayah wisata Anyer-Cinangka aman untuk dikunjungi,” ujarnya.

Hamdani mengatakan, terkait adanya pengunjung yang membatalkan kunjungan kemungkinan mereka terpengaruh secara psikologis. Namun yang pasti wisata tersebut aman untuk dikunjungi.

“Saya enggak tahu itu kan persepsi orang masing-masing yang penting saya nyatakan itu sudah aman. Saya buat itu juga kan ada dasarnya dari BMKG, BPBD dan lembaga terkait lainnya,” tuturnya.

Disinggung soal kemungkinan adanya dampak terhadap kegiatan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) 2019, ia mengatakan, tidak akan mengganggu sama sekali. Meski sempat ada agenda yang ditunda yakni memancing, namun pesertanya tetap dan tidak berubah. “Ternyata yang daftar maklum semua dan itu tidak ada pengaruh sebenarnya,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Destinasi Sarana Usaha Pariwisata Disporapar Kabupaten Serang Winardi mengatakan, pada Sabtu (3/8/2019) kemarin Disporapar Kabupaten Serang telah melayangkan surat ke Kementrian Pariwisata (Kemenpar) terkait kondisi wilayah Kabupaten Serang usai kejadian gempa tersebut. Dalam surat tersebut Disporapar Kabupaten Serang melaporkan bahwa kawasan wisata pasca gempa tersebut tidak mempengaruhi objek wisata yang ada.

“Kunjungan wisatawan masih aman, bahkan saat kejadian gempa itu masih banyak wisatawan yang datang ke Anyer dan banyak acara disana yang tetap berlangsung,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, masih banyak wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Serang. Khususnya ke wilayah pantai. Pada hari libur akhir pekan kemarin hanya ada sebagian wisatawan yang membatalkan perjalanan wisatanya ke Kabupaten Serang.

“Kalau yang membatalkan kunjungan wisata hanya sebagian saja, tidak banyak. Kami juga sudah memberikan pemberitahuan bahwa usai BMKG mencabut status tsunami, kawasan wisata sudah aman untuk dikunjungi,” katanya. (DN/TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here