Wisanggeni Berniat Ajukan Banding

Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja

SERANG, (KB).- Putusan Pengadilan Agama (PA) Serang yang mengabulkan gugatan Dewan Pimpinan Agung Komunikasi dan Informasi Dzuriyat Kesultanan Banten (DPA FKIDB) yang salah satu poinnya menghapus Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni sebagai pewaris tahta Kesultanan Banten berbuntut ketidakpuasan. Pihak Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni berniat mengajukan banding.

Kuasa hukum Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, Muhtar Latif menilai, keputusan PA Serang yang telah menghapus Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni sebagai pewaris tahta Kesultanan Banten tidak memperhatikan syarat formal acara persidangan.  “Penggugat (DPA FKIDB) juga tidak punya legal standing, maka seharusnya ditolak karena mereka mengatasnamakan forum atau lembaga, bukan person, itu yang harus diluruskan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (16/12/2017).

Menurutnya, keputusan tersebut juga rancu karena telah melebihi apa yang diminta oleh penggugat. “Kami akan melakukan banding, karena ada hukum acara yang dilanggar oleh majelis, adalah ultra petita atau majelis hakim tidak boleh memutuskan melebihi apa yang diminta oleh penggugat,” ucapnya.

Sementara itu, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni mengatakan, dirinya tetap bersikukuh menjadi putra mahkota pewaris tahta Kesultanan Banten dari Sultan Syafiudin. “Putusan pengadilan kemarin hanya sebatas mengubah poin yang paling akhir. Kalimat sebagai penerus kesultanan Banten dihapus. Tidak masalah bagi kami, karena kami sebagai ahli waris, dan Pengadilan Agama tidak punya hak untuk menetapkan atau mengangkat seseorang jadi Sultan,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Banten untuk bergabung menyelesaikan perselisihan tersebut, sehingga marwah Kesultanan Banten tetap terjaga. “Saya ingin mengajak semua pihak, mari bergabung bersama, selesaikan masalah ini untuk mengangkat marwah leluhur kesultanan Banten. Banten kalau begini terus, kapan majunya,” tuturnya.

Diketahui, sebelumnya PA Serang resmi mencabut Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja sebagai satu-satunya pewaris Kesultanan Banten. Dengan demikian, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja tidak dibenarkan lagi mengklaim sebagai Sultan Banten. “Putusan sudah dibacakan, yang pada intinya (mengabulkan) gugatan (Dzuriyat Kesultanan Banten) tentang pembatalan penetapan Pengadilan Agama Serang, yang mana isinya adalah menyatakan (Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja) sebagai satu-satunya pewaris penerus tahta Kesultanan Banten,” kata pengacara Dzuriyat Kesultanan Banten, KMS Herman di PA Serang, Rabu (13/12/2017).

Dikatakannya, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja kini sama-sama berstatus sebagai Dzuriyat Kesultanan Banten, dan tidak lagi dibenarkan mengklaim sebagai Sultan Kesultanan Banten. “Penggugat sudah puas dengan keputusan ini, karena itu tujuan kami,” ujarnya. Pencabutan status Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja keluar setelah melewati proses mediasi yang sangat panjang. Gugatan sebelumnya dilayangkan Dzuriyat Kesultanan Banten ke PA Serang dengan nomor 786/PDTH/2017 pada 13 April 2017. “(Keputusan pencabutan) dibacakan hari ini (kemarin),” ucapnya. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here