Senin, 25 Juni 2018

WH Lantik 5 Posisi Eselon II, Dua Pejabat ”Luar” Masuk Pemprov Banten

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) melantik lima pejabat Eselon II hasil seleksi terbuka (open bidding), di Pendopo Gubernur KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (12/1/2018). Dari lima pejabat yang lolos seleksi, dua orang pejabat dari ”luar” berhasil masuk Pemprov Banten. Di hadapan seluruh pejabat yang hadir, Gubernur Wahidin menegaskan, lima pejabat tersebut merupakan hasil seleksi yang objektif dari tim panitia seleksi (pansel).

“Tidak boleh tanya lagi siapa orangnya. Mereka adalah warga negara Indonesia. Tinggalkan semangat kedaerahan, tinggalkan semangat bahwa dia orang saya, pendukung saya atau bukan. Orang WH atau orang Rano. Hilangkan itu, buang dalam pikiran kita,” kata Wahidin, saat memberikan sambutannya.
Ia menjelaskan, penentuan pejabat hasil lelang jabatan merupakan hak prerogatif gubernur.

Meski begitu, ia tetap mempertimbangkan hasil seleksi dan berdiskusi dengan Wakil Gubernur Andika Hazrumy. “Gubernur punya otoritas menentukan dari 3 besar hasil seleksi. Tapi, saya juga mendengarkan pansel, saya juga berbicara, (meminta) pertimbangan wakil gubernur. Kita sama-sama. Pansel, saya, dengan wakil. Kita nominasi berdasarkan penilaian pansel. Pansel sudah netral. Saya percaya itu,” ujarnya.

Menurutnya, kalaupun pejabat yang dilantik tersebut dekat dengannya ia akan profesional. Ia menginginkan pejabat di Banten bergerak cepat, responsif, dan mau bekerja sama untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Banten. “Pada dasarnya pegawai itu loyalitas, dedikasi, dan pengabdian. Kalaupun katakan dekat, kalau tidak profesional itu diganti. Ketika diganti itu jangan ada anggapan like and dislike. Saya ingin orang yang profesional, gerak cepat, responsif, mau bekerja untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Banten. Saya tidak mau kerja sama dengan yang tidak punya kinerja dan tidak responsif,” tuturnya.

Selain itu, pejabat juga diminta agar mengubah mindset dan lebih mengutamakan kinerja dan prestasi. “Jangan orientasinya profit, tetapi lebih pada prestasi, kerja, dan kinerja yang dihasilkan. Jangan ada lagi ada ego sektoral, jangan follow money function, tetapi money follow program. Oleh karena itu, harus kita ukur setiap program. Outputnya seperti apa, outcomenya, beri kontribusi engga. Arahkan bersama-sama untuk kepentingan masyarakat,” tutur mantan Wali Kota Tangerang ini.

WH juga meminta kepada lima pejabat baru agar menyesuaikan diri dengan semangatnya dan wakil gubernur. Ia juga meminta agar pejabat tidak takut mendapat tekanan maupun ancaman dari pihak tertentu. Bekerja dengan loyalitas pada negara. Kita hormati pimpinan dan taati sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat dan sesuai undang-undang.

“Tidak perlu cari beking-beking di luar. Cari tuhan dan malaikat, minta petunjuk dan lapor ke pimpinan. Tinggalkan semangat persekongkolan, karena akan merusak kerja dan mentalitas kita. Apa yang kita cari sebagai pegawai, kecuali kedamaian, kecukupan, kesederhanaan, dan disiplin. Jangan berpikir memupuk kekayaan. Kita tidak pernah berpikir tentang kekayaan, tapi bagaimana berbuat dengan semangat ibadah. Jangan takut diancam-ancam. Tegakkan sesuai aturan,” tuturnya.

Dua wajah baru

Dalam pelantikan itu, kelima pejabat yang dilantik tersebut yaitu M. Yusuf sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan. Komarudin sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Ade Ariyanto Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Gunawan Rusminto Kepala Biro Pemerintahan, dan Nana Suryana Kepala Biro Bina Infastruktur dan Sumber Daya Alam.

Dari lima pejabat tersebut, dua di antaranya merupakan pejabat dari luar, yaitu M. Yusuf yang sebelumnya bertugas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komarudin yang sebelumnya bertugas di lingkungan Pemkab Tangerang. Sementara, Nana Suryana, Ade Ariyanto, dan Gunawan Rusminto merupakan pejabat wajah lama di lingkungan Pemprov Banten. Sebelumnya, Nana menjabat Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Gunawan sebelumnya menjabat Kabid Pemasaran Produk Wisata, Dinas Pariwisata, dan Ade sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Kesbangpol.

Kepala Biro Bina Infastruktur dan Sumber Daya Alam Nana Suryana bersyukur dengan kepercayaan yang diberikan untuk mengisi jabatan barunya tersebut.”Mudah-mudahan jadi amanah, bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai harapan gubernur dan masyarakat Banten. Sesuai tupoksi tentu saja sebagai kepala biro membantu asisten daerah pembangunan dan ekonomi melaksanakan perumusan-perumusan kebijakan terkait dengan OPD seperti Dinas PUPR, Perkim, Diskominfo, dan lain-lainnya. Termasuk monitoring,” ucap pria yang gemar berolahraga ini. (RI)***


Sekilas Info

Bawaslu Ingin 4 Hal Ini Tak Terjadi di Masa Tenang Pilkada Serentak Di Banten

SERANG, (KB).- Memasuki masa tenang Pilkada serentak di empat kabupaten dan kota se-Provinsi Banten tanggal 24-26 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *