Rabu, 26 September 2018

WH: Isu Orang Gila ”By Design”

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim menilai, maraknya teror orang gila terhadap para ulama maupun kiai, merupakan isu yang dirancang pihak-pihak yang memanfaatkan situasi jelang tahun politik. Sebab, menurut WH, tidak mungkin orang gila bertindak sendiri mencari para kiai. “Isu orang gila by design,” kata WH saat rapat bersama ulama, ormas Islam, dan ormas keagamaan lainnya, di Gedung MUI Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (27/2/2018). Hadir Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNN Banten Brigjen Pol. Muhamad Nurochman, Ketua MUI KH. AM Romly.

Menurut dia, ada pihak yang memanfaatkan situasi jelang pemilihan presiden (pilpres). Upaya-upaya tersebut, kata dia, memengaruhi suasana kesejukan, suasana kedamaian yang sudah ada. “Akhirnya, pada perkembangannya, ada yang mengatakan ini by design. Karena orang gila, secara logika enggak mungkin bertindak sendiri mencari para kiai. Biasanya, santri yang cari kiai. Nah ini berkembang, sehingga ini mungkin by design. Ini baru pendapat,” ujar WH kepada wartawan seusai rapat.

Sebelumnya, WH juga menanggapi pernyataan dan pertanyaan peserta rapat dalam forum tersebut. Ada yang menilai bahwa isu tersebut sengaja diciptakan oleh pihak-pihak tertentu. “Betul ada by system. Ada design. Jadi kita bukan soal percaya atau tidak percaya. Tetap harus waspada. Walaupun kiai sudah pasrah, sudah siap mati, tapi kan umatnya yang masih memerlukan. Kenapa saya membela kiai, karena saya menghormati kiai,” tuturnya.

Menurutnya, regenerasi kiai tidak gampang. Ia membandingkannya dengan regenerasi pejabat. “Mungkin kalau pejabat mati, ada yang ganti. Kalau kiai enggak gampang. Dari pesantren 1.000 orang, paling jadi kiai berapa. Anak saya juga pesantren, tapi belum keliatan bakat kiainya tuh. Jadi enggak gampang, tetap harus waspada. Syukur kalau ada masyarakat ikut membela, jangan sampai kiai jadi korban,” ucap eks Wali Kota Tangerang dua periode ini.

Dugaan adanya by design terhadap isu orang gila tersebut, karena ia menilai tidak masuk akal kiai dijadikan sasaran teror. “Kenapa enggak yang bandar narkoba, yang koruptor-koruptor. Kenapa pilihan-pilihannya yang sangat tidak rasional. Mungkin pakai sistem sampling, untuk meresahkan siapa yang dipilih. Kalau rumah-rumah kiai tidak masuk akal, masak orang gila tahu nama-nama kiai. Dari dulu yang datang ke kiai itu orang yang mau ngaji. Logika publiknya enggak masuk. Dulu juga ada isu kolor ijo dan ninja. Kalau dibilang tidak ada, faktanya ada,” tuturnya.

Selain itu, WH juga bicara soal maraknya informasi hoax di media sosial, perilaku lesbi gay biseksual dan transgender (LGBT), serta penyalahgunaan narkoba. “Sekarang di media sosial, sedikit aja (informasi) jadi viral. Kadang ditambah-tambahin, jadi fitnah. Oleh karena itu, saya berharap kita tingkatkan sinergitas untuk lebih jauh mengenali peristiwa di Banten,” ucapnya.

Informasi ditambah-tambahkan

Sementara, Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, isu orang gila berawal dari penyerangan terhadap ustaz di Bandung Jawa Barat hingga tewas. Namun, informasi tersebut ditambah-tambahkan dan dipotong-potong kemudian diviralkan sehingga menimbulkan keresahan masyarakat. “Fakta yang ditangani polisi khususnya di Jabar yang memang di sana betul terjadi kasus penganiayaan ulama oleh orang gila. Hasil penyelidikan, didapati pelaku atas nama Asep, kebetulan adalah tetangga dari korban. Dikenal bertahun-tahun mengalami gangguan jiwa. Dan tipikalnya selama ini agresif, sering mengamuk,” ujarnya. Peristiwa tersebut, kata Kapolda, diunggah ke medsos. Kemudian muncullah gambar-gambar lain yang kemudian digabung-gabung dengan peristiwa lain.”Ini yang disebar. Ini yang buat masyarakat resah,” kata Kapolda.

Harus OTT

Sementara soal indikasi isu orang gila by design, menurutnya sampai saat ini hal tersebut masih didalami. “Indikasi orang gila ini digerakkan, by design, ini yang saat ini masih didalami. Masih konsumsi intelijen. Manakala ditemukan fakta-faktanya baru, ini jadi konsumsi penegak hukum,” ucapnya. Menurutnya, sulit membuktikan jika isu tersebut benar merupakan dirancang sedemikian rupa oleh pihak tertentu. “Memang sulitnya, kalau by desain itu harus OTT (operasi tangkap tangan). Tapi tentunya kami tidak menyerah, razia terus dilakukan khususnya terhadap kendaraan yang diduga mengangkut orang gila. Tiap malam kita lakukan, walaupun belum kita dapati. Untuk antisipasi, jangan sampai ini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk desain tertentu,” ujarnya.

Kapolda juga telah memerintahkan anggota babinkamtibmas agar bermalam di pondok pesantren.”Saya sudah perintahkan babinkamtibmas tidur di pesantren, kalau perlu kapolsek,” ucapnya. Ia mengatakan, razia-razia terhadap orang gila akan terus dilakukan untuk meredam isu-isu yang kian meresahkan masyarakat.”Data Dinsos, orang gila di Banten itu ada 5.000. Selama ini tidak pernah diperhatikan. Upaya preventif kita kerja sama dengan TNI dan Satpol PP untuk mengamankan, ditampung di polres, atau dinsos. Kalau tidak, isu terus berkembang, masyarakat kian resah,” tuturnya. Selain itu, menurutnya, kecurigaan bahwa isu tersebut didesain akan semakin tinggi. “Apalagi kalau ditarik dulu-dulu ada isu ninja, kolor ijo. Dan isu ini terjadi, khususnya ketika masuk tahun politik,” katanya.

Sementara, dalam rapat tersebut beberapa kiai mengakui pernah menemui orang yang diduga gila, dengan gelagat mencurigakan. Salah satunya disampaikan Pimpinan Ponpes Nurul Hasanah, Hasan Basri.Ia sendiri pernah merasa diincar oleh orang yang diduga gila tersebut. Kejadian itu terjadi sekitar sepekan lalu. “Ada seorang santrinya yang menginformasikan bahwa ada seorang yang mencari-cari orangtua di lingkungan ponpesnya. Saya suruh santri saya untuk periksa orang itu. Jawabannya juga aneh. Katanya ada yang mau masukkan dia dalam surga. Saya mau disurgakan, katanya,” ujar Hasan Basri. Saat digeledah, tidak ditemukan benda mencurigakan dari tubuh orang tersebut. “Makanya disuruh pergi takut dipukuli kalau sudah rame orang. Tapi, setelah digeledah lagi, ternyata dia bawa golok, di sarung yang diikat di paha. Ditanya kamu siapa yang nyuruh. Dia ngaku ada yang ngasi uang Rp 15.000 beli golok. Katanya mau cari orangtua, karena saya mau ke surga,” kata dia. (RI)***


Sekilas Info

Hari Ini, Pendaftaran CASN Secara Online Dibuka

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan tahap pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) dibuka mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *