WH Ingin Pindahkan Hotel dan Vila Dekat Pantai

Gubernur Banten Wahidin Halim menginginkan agar lokasi tempat hunian pariwisata seperti hotel dan vila, agar bisa dipindahkan dari dekat bibir pantai. Itu dilakukan untuk mencegah adanya korban lebih banyak jika bencana tsunami terulang kembali seperti kejadian akhir tahun 2017 lalu.

“Kebijakan kita kedepannya ingin hotel dan vila dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi, jangan di dekat pantai. Kalau saya sih maunya gitu,” kata WH kepada awak media saat ditemui di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (14/1/2019).

Menurut WH, pantai di Banten seharusnya bisa dinikmati secara luas oleh masyarakat tanpa adanya komersialisasi tertentu. Mengingat saat ini, di dekat pantai itu telah banyak dibangun vila dan hotel yang tidak bisa dinikmati secara umum oleh masyarakat Banten. “Ruang laut dan ruang pantai itu harus jadi akses yang bebas dinikmati buat masyarakat,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terulangnya bencana serupa, WH memastikan jika Pemprov Banten akan menyiapkan jalur-jalur evakuasi untuk warga yang tak jauh dari sejumlah kawasan pariwisata bahari di Banten. Salah satunya dengan melebarkan jalan-jalan desa di sekitar kawasan pariwisata dan menyiapkan ruang-ruang kosong untuk proses evakuasi.

“Jalur-jalur pengungsian dan evakuasi harusnya memang lebih dekat. Jadi, saat mereka mencari tempat aman, itu jaraknya tidak boleh jauh dari 10 meter. Contoh di Carita, orang langsung bisa naik ke atas. Nanti bisa dibuat terminal atau dibuatkan tempat-tempat untuk orang mengungsi. Kita nanti siapkan programnya,” tuturnya.

Selain jalur evakuasi, WH juga sudah menyiapkan bantuan untuk pembangunan rumah-rumah penduduk yang telah rusak disapu tsunami. Rumah itu, kata dia, nanti akan berlokasi tidak terlalu jauh dari pesisir pantai namun bisa dipastikan aman jika bencana tsunami datang. “Makanya, kita sekarang minta tanah-tanah kehutanan yang non produktif untuk lokasi lahan rumahnya. Kalau jumlahnya, saya belum hitung lagi berapa,” ucap WH. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here