Kamis, 15 November 2018

Waspadai Siklus Banjir Lima Tahunan

LEBAK, (KB).- Warga Kabupaten Lebak yang tinggal di sepanjang bantaran daerah aliran sungai diimbau waspada terhadap siklus ancaman banjir lima tahunan yang diprediksi terjadi akhir 2017. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi menyatakan, daerah langganan banjir di Kabupaten Lebak tercatat 15 kecamatan, yaitu Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Cileles, Kalanganyar, Cigemblong, Muncang, Cimarga, Leuwidamar, Panggarangan, Gunungkencana, Malingping, Banjarsari, Bayah, Wanasalam, dan Kecamatan Sobang.

“Kita memiliki sungai besar di Lebak, yakni Ciujung, Ciberang, Cimadur, Ciliman, Cidurian, dan Cisimeut. Dari ke-15 kecamatan itu terdapat 62 desa yang hingga kini dikategorikan sebagai daerah berpotensi banjir,” kata Kaprawi, Ahad (29/10/2017). Menurutnya, ancaman siklus banjir lima tahunan sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Lebak, yakni pada tahun 2002, 2007, dan 2012. Diprediksikan ancaman banjir siklus lima tahunan berpeluang di akhir tahun 2017

”Kami mengimbau agar masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa. Selain itu juga mencegah kerusakan material cukup besar sebab masyarakat yang tinggal di bantaran aliran sungai mencapai ribuan kepala keluarga,” ujarnya. Dijelaskannya, banjir di kawasan itu diakibatkan meluapnya air sejumlah sungai besar hingga ke permukiman penduduk dengan ketinggian di atas satu meter.

Apabila hujan deras secara terus menerus, dia berharap warga yang tinggal di bantaran sungai mengungsi ke tempat yang lebih aman. ”Meskipun saat ini Kabupaten Lebak relatif aman, kami meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi bencana alam tersebut. BPBD juga mempersiapkan peralatan evakuasi, antara lain, perahu karet, pakaian pelampung, kendaraan dapur, tenda, dan logistik, serta obat-obatan,” tuturnya.

Terpisah, Camat Rangkasbitung Ade Sutiana mengatakan, pihaknya sudah menyebar surat imbauan kepada lurah dan desa agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir. Menurutnya, wilayah Rangkasbitung yang menjadi langganan banjir antara lain Kelurahan Cijoro Lebak, Kelurahan Cijoro Pasir, Kelurahan Rangkasbitung Timur, Kelurahan Rangkasbitung Barat,Desa Pabuaran dan Desa Kolelet Wetan. “Semua permukiman warga yang langganan banjir karena terdapat bantaran daerah aliran sungai (DAS),” katanya. (ND)***


Sekilas Info

Proyek Tol Serang Panimbang, Sejumlah Pemilik Lahan Terima Ganti Rugi

RANGKASBITUNG, (KB).- Sejumlah warga pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang, menerima pembayaran ganti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *