Waspadai Peredaran Narkoba Jenis Baru, BNN Ajak Pelajar Antisipasi Penyalahgunaan Nafza

BERBAGAI keberhasilan aparat penegak hukum dalam mengungkapkan kejahatan narkotika dan zat aditif lainnya (Nafza). Selain patut diapresiasi juga patut diwaspadai karena bandar besar narkoba nampaknya telah mengincar Indonesia sebagai salah satu pasar besar bagi penjualan barang haram tersebut. Sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman maha besar itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten menggelar sosialisasi program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar dan mahasiswa di Gedung Bangkit Rangkasbitung, Jumat (4/8/2017).

Dalam sosialisasi tersebut, BNN juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap peredaran narkoba jenis baru. ”Sosialisasi ini bertujuan sebagai langkah antisipasi penyebaran dan bahaya penyalahgunaan narkoba dengan berbagai jenis sasaran pengguna, yaitu anak-anak dan remaja,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Banten, AKBP Agus Mulyana. Menurut dia, saat ini ditemukan narkoba jenis baru yang diedarkan dengan sasaran anak remaja. Oleh karena itu, untuk memutus rantai peredaran narkoba maka diperlukan antisipasi sejak dini, salah satunya melalui sosialisasi semacam ini kepada para pelajar dan mahasiswa akan bahaya narkoba. ”Kita juga ingin memberikan pengetahuan tentang jenis narkoba baru agar para pelajar paham akan bahaya narkoba tersebut,” ucapnya.

Berdasarkan data di BNNP Banten, ada sekitar 157 para pecandu narkoba yang di antaranya beberapa siswa dan mahasiswa yang sedang dilakukan rehabilitasi. Untuk itu, pihaknya melakukan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan tentang rehabilitasi. ”Ada beberapa orang siswa dan mahasiswa yang sedang direhabilitasi. Selama ini kita lakukan sosialisasi secara umum saja, tapi sekarang arahnya kepada rehabilitasinya agar para remaja tahu seperti apa rehabilitasi dan penanganannya seperti apa,” tuturnya.

Agar nara sumbernya lebih lengkap, lanjut Agus, pihaknya menyertakan komponen masyarakat dari Yayasan Bani Syifa yang menangani rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. ”Kita berharap dengan diberikannya sosialisasi ini, para remaja, pelajar dan mahasiswa tidak terjerumus kedalam tindak pidana narkoba maupun peredaran gelap narkoba. Bagi para pecandu narkoba yang ingin direhabilitasi silakan datang ke BNNP Banten. Salam penanganannya tidak akan diproses secara hukum tapi kita akan rehabilitasi,” ucapnya.

Sementara, salah seorang peserta siswa SMAN 3 Rangkasbitung, Riska Yulia mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini dirinya tahu akan bahaya narkoba dan penanganan rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Untuk itu, dirinya akan menyebarkan informasi tersebut kepada siswa yang lain yang tidak mengikuti sosialisasi tersebut. ”Sekarang saya tahu tentang bahaya narkoba, dan juga tentang penanganan rehabilitasinya. Untuk jenis narkoba baru, kita juga diberikan pengetahuan agar jangan sampai terjebak dan bisa menghindarinya,” tuturnya.(Galuh Malpiana/KB)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here