Waspadai Bencana Melanda

PANDEGLANG, (KB).- Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang terus gencar menyosialisasikan mitigasi bencana, terutama di daerah terdampak tsunami dan rawan bencana banjir dan longsor.

Sebab, berdasarkan data Tagana ada sekitar 18 kecamatan yang rawan bencana alam. Selain itu, pihak Tagana meminta warga untuk mewaspadai potensi kerawanan bencana alam yang bisa melanda saat tiba musim penghujan.

“Kami terus berikhtiar mengantisipasi bencana, meski tidak ada yang tahu dan sulit diprediksi saat bencana tiba. Paling tidak dengan antisipasi bisa mengetahui gejala dan tanda-tanda akan datang bencana baik banjir, longsor maupun tsunami,” kata Ketua Tagana Pandeglang Ade Mulyana kepada Kabar Banten, Jumat (1/11/2019).

Menurut dia, kegiatan antisipasi bencana memasuki musim penghujan ini penting dilakukan untuk memberikan kesadaran dan kemampuan masyarakat saat menghadapi bencana. Pihaknya berharap masyarakat dan aparat kecamatan serta desa untuk mewaspadai kerawanan bencana alam seperti banjir, longsor dan tsunami.

”Sedikitnya ada 18 kecamatan yang berpotensi banjir. Apalagi di Pandeglang banyak sungai yang rawan banjir. Saya bersama tim sering keliling ke beberapa sekolah yang ada di daerah rawan bencana untuk menyosialisasikan mitigasi bencana,” ujar Ade, Jumat (1/11/2019).

Ade akan terus memetakan potensi kerawanan bencana, karena tidak ingin kecolongan seperti kejadian tsunami yang melanda Pandeglang sekitar Desember 2018.

”Untuk pemetaan lokasi rawan bencana alam, pastinya sudah kita petakan. Tetapi namanya bencana tidak bisa diprediksi kapan akan datang. Paling tidak dengan sosialisasi mitigasi ini bisa mengurangi risiko korban akibat bencana alam,” ucapnya.

Menurut dia, dalam mitigasi bencana yang lebih ditekankan pada kedaruratan menghadapi bencana gempa bumi, tsunami dan banjir.

”Meskipun sosialisasi ini tidak setiap hari, tetapi kami juga sering menyempatkan waktu sosialisasi kebencanaan kepada anak sekolah. Biasanya simulasi gempa bumi, kewaspadaan menghadapi bencana dan lainnya. Lokasi simulasi bencana kita fokuskan di daerah terdampak bencana alam,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan Ibnu Hajar mengatakan, wilayahnya sudah menjadi daerah langganan banjir saat tiba musim penghujan. Sebab, sebagian wilayahnya berdekatan dengan aliran sungai.

“Sungai Cipunteun Agung sering meluap ketika dilanda hujan deras. Biasanya memasuki akhir tahun wilayah ini menjadi langganan banjir,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here