Rabu, 23 Mei 2018

Waspadai Bahaya Pestisida

LEBAK, (KB).- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya pestisida dalam bahan pangan. Mengingat, saat ini kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap pangan baik buah dan sayuran semakin meningkat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Kosim Ansori menyatakan, saat ini kebutuhan akan buah dan sayuran semakin meningkat. Kondisi tersebut mendorong petani melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi termasuk mutu dan tampilan produk.

”Meskipun penggunaan pestisida terbukti efektif meningkatkan produksi pertanian, bukan berarti penggunaannya tidak menimbulkan dampak buruk, baik dari sudut pandang kesehatan maupun ekonomi,” ujar Kosim, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, untuk mengantisipasi dan mencegah penggunaan makanan berbahaya, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya pestisida dalam bahan pangan. “Kita terus lakukan pengawasan agar masyarakat tetap bisa mengonsumsi pangan yang sehat,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan pestisida dalam budidaya pertanian memang dilematis, karena di satu sisi penggunaannya bermanfaat untuk meningkatkan hasil tanam. Namun di sisi lain, dapat berbahaya bagi kesehatan manusia jika penggunaannya berlebihan. “Kita imbau masyarakat harus lebih berhati-hati agar terhindar dari berbagai penyakit,” tuturnya.

Dijelaskan, sayuran dan buah merupakan bahan pangan yang cukup tinggi cemaran pestisidanya. Oleh karenanya, sebagai konsumen masyarakat harus mewaspadai dan cermat dalam mengamati fisik sayuran dan buah sebelum membeli. “Dengan memilih, membeli, mengonsumsi buah atau sayuran yang berlabel organik serta mencuci dengan air mengalir akan mengurangi risiko dampak paparan pestisida pada pangan,” katanya. (ND) ***


Sekilas Info

Refleksi Menuju 25 Tahun Al-Qudwah

SEBAGAI bentuk rasa syukur atas pencapaian kuantitatif dan eksistensi, Yayasan Islam Qudwatul Ummah menyelenggarakan kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *