Waspadai Arus Pasang

Koordinator Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten, Ade Ervin mengimbau para nelayan dan wisatawan agar berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Sebab, intensitas curah hujan tinggi berpotensi terjadi arus pasang. “Kita sudah pasang pelang peringatan di pantai. Pelang bertuliskan “hati-hati cuaca buruk”. Pelang peringatan itu bisa menjadi perhatian nelayan dan wisatawan tetap waspada,” kata Koordinator Balawista Banten, Ade Ervin kepada Kabar Banten, Jumat (5/1/2018).

Menurut dia, intensitas curah hujan tinggi diperkirakan berlangsung hingga Maret ini. Banyak potensi yang terjadi di laut. Selain ombak naik juga angin kencang. Dengan potensi yang membahayakan tersebut, kata Ade, para nelayan sebaiknya tidak memaksakan melaut sampai ke titik rawan terjadi angin kencang. “Utamakan keselamatan, karena melaut saat cuaca buruk rawan terjadi kecelakaan laut,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, sejak sebulan ini belum ada laporan kecelakaan laut di perairan Pandeglang. Namun, petugas Balawista Banten terus bersiaga menjaga keamanan pantai di perairan Banten. “Bencana itu datangnya tidak terduga dan bisa terjadi kapan, di mana saja. Tapi, kita sebagai manusia harus berusaha untuk menghindari bencana,” ucapnya.

Sementara itu, seorang nelayan Panimbang, Mulyadi membenarkan kondisi ombak sedang naik. Meski demikian, masih ada saja nelayan yang melaut. “Kalau nelayan melaut saat ombak naik, umumnya yang punya kapal nelayan besar. Untuk kapan nelayan kecil terpaksa tidak melaut karena rawan terkena ombak,” tuturnya.

Menurut dia, cuaca buruk sangat berdampak turunnya hasil tangkapan ikan. Sebab, sebagian besar nelayan tradisional tidak melaut. Sedangkan nelayan menggunakan kapal besar terbentur larangan penggunaan alat tangkap ikan jenis arad dan cantrant. “Nelayan kapal besar juga khawatir melaut, karena tidak diperbolehkan menggunakan alat tangkap ikan jenis arad atau pukat harimau,” ujarnya. (TB. A. Turmahdi)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here