Jumat, 14 Desember 2018

Waspada Teroris, Aparat Gelar Operasi Yustisi

TANGERANG, (KB).- Petugas Polsek Balaraja menggelar operasi yustisi di sejumlah rumah kontrakan di wilayah hukumnya. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Balaraja, Kompol Endy Adrianto bersama Danramil 10/Balaraja, Kapten Arm Hari Subagiono serta Camat Balaraja, Mas Yoyon. Operasi yustisi digelar dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan tahun 2018.

Selain itu, sasaran dari operasi yustisi itu juga bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku terorisme yang sedang marak diperbincangkan di tengah masyarakat. ”Operasi Yustisi ini sudah kami lakukan sejak Senin (14/5/2018), seiring maraknya pemberitaan aksi teror bom yang terjadi di Surabaya. Operasi ini bertujuan untuk meminimalisasi ruang gerak teroris,” ujar Kompol Endy Adrianto, Selasa (15/5/2018).

Dalam operasi itu, puluhan personel gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), diterjunkan untuk mendata penduduk yang tinggal di sebuah kontrakan. Dalam operasi tersebut, tak kurang dari 20 warga yang tinggal di kontrakan kedapatan belum melaporkan dirinya ke Rukun Tetangga (RT) setempat.

Heboh 

Sementara itu dalam Operasi Yustisi yang diadakan Polsek Balaraja bersama anggota TNI dan anggota Satpol PP sempat menghebohkan warga Kampung Pasir Jaha, Balaraja.

Eman, Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat mengaku kaget dengan kedatangan puluhan anggota kepolisian, tentara, dan Satpol PP. ”Saya kaget ada apa di kampung saya kok polisi pada datang, saya kira ada teroris,” katanya.

Menurut Eman, operasi yustisi seperti ini baru pertama kali diadakan di kampungnya. Eman mengatakan masih banyak warganya yang memiliki kontrakan dan kos-kosan namun belum melaporkan data penghuni masing-masing kontrakan tersebut. Hal tersebut dibantah oleh seorang pengelola kontrakan yang tidak ingin disebutkan namanya.

”Saya sudah antarkan fotokopi kartu keluarga dan KTP orang yang kontrak di sini, saya kasih langsung banyak banget,” katanya membantah omongan Eman.

Untuk menghindari situasi menjadi panas, Kapolsek Balaraja Kompol Wendi Adrianto memberikan pesan kepada seluruh masyarakat agar melaporkan dirinya jika sudah lebih dari 1×24 jam berada di wilayah hukum Polsek Balaraja.

”Baik dengarkan. Saya harap kedepannya bapak dan ibu segera melaporkan diri ke RT jika sudah 1×24 jam berada di sini,” tegas Wendi. (DA)*


Sekilas Info

Bayi yang Ditemukan Terbungkus Plastik Akhirnya Meninggal

TANGERANG, (KB).- Bayi yang ditemukan terbungkus plastik di Perumahan Duta Garden, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *