Waspada Calo Tenaga Kerja Migran

LEBAK, (KB).- Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lebak mengimbau agar masyarakat mewaspadai calo tenaga kerja migran atau sponsor yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri. Sikap kewaspadaan diperlukan untuk menghindari sesuatu hal yang tak diinginkan.

“Harus tetap waspada, jangan mudah diiming-iming kerja di luar negeri dengan cara mudah dan gaji besar. Karena, bisa saja calo itu memiliki niat yang tidak baik, yang kemudian merugikan,” kata Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Disnakertrans Lebak Yuningsih, Senin (9/12/2019).

Menurut dia, kasus yang menimpa Dayat (40), warga Lebak yang bekerja di luar negeri yaitu Malaysia dengan cara ilegal dengan visa turis harus menjadi pelajaran. Kasus itu tentu harus menjadi perhatian agar tetap mewaspadai calo tenaga kerja migran dengan iming-iming gaji besar, namun perusahaan mereka ilegal tanpa memiliki perusahaan yang jelas.

“Warga Lebak yang menjadi korban TKI ilegal itu, bekerja di perkebunan kelapa sawit hingga meninggal dunia di Malaysia karena sakit,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Banten bisa memulangkan jenazah pekerja migran itu. Namun, pihaknya tidak bisa memperjuangkan asuransi maupun gaji almarhum Dayat, karena ia bekerja secara ilegal.

“Kami tetap melindungi warganya dengan memulangkan ke tanah air, setelah menerima laporan warga Lebak meninggal di Malaysia, meski mereka bekerja ilegal tanpa memiliki dokumentasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat ini 66 warga Kabupaten Lebak bekerja migran di sejumlah negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam berdasarkan rekomendasi dari perusahaan bersangkutan.

“Mereka mengadu nasib di negara tetangga itu dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga dan pabrik di kawasan industri dengan pendidikan mulai SD sampai SMA,” ujarnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here