Rabu, 24 Oktober 2018

Waspada Ancaman Agroterorisme dan Bioterorisme, Badan Karantina Pertanian Fokus Pengawasan Penyeberangan

CILEGON, (KB).- Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus memfokuskan pengawasan di zona-zona rawan di kawasan penyeberangan dan juga perbatasan. Hal tersebut untuk menghindari ancaman agroterorisme dan bioterorisme, juga menghindari adanya aksi penyelundupan komoditas pangan strategis, seperti beras, jagung, gula, bawang merah, rempah, dan daging.

Salah satunya dengan memperkuat fungsi intelijen Barantan di seluruh wilayah. Kepala Bidang Kepatuhan Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian, Guntur mengatakan, aktivitas penyelundupan dapat mengganggu program pembangunan yang sedang dilakukan Kementerian Pertanian. Begitu juga serangan-serangan agroterorisme dan bioterorisme.

“Kementerian Pertanian sedang berupaya memaksimalkan pencapaian swasembada pangan dan peningkatan produksi komoditas pangan strategis,” katanya di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Jumat (8/6/2018).

Menurut dia, sumber daya manusia dan sarana prasarana Barantan tidak sebanding dengan luas wilayah NKRI. Sehingga, pengawasan batas darat dan penyeberangan laut tidak terawasi dengan maksimal. “Sayangnya, jumlah petugas intelijen kami masih minim. Sehingga, upaya kami memaksimalkan fungsi pengawasan intelijen masih perlu disempurnakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Raden Nurcahyo Nugroho menuturkan, peran intelijen sangat membantu pengawasan lalu lintas barang di wilayah penyeberangan Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni. Namun, minimnya jumlah petugas intelijen membuat pihaknya tetap membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.

“Kami tetap membutuhkan partisipasi masyarakat untuk pengawasan lalu lintas barang, juga partisipasi dari instansi terkait, seperti kepolisian maupun angkatan laut,” tuturnya. (AH)*


Sekilas Info

LAZ Harfa Cilegon Terima Bantuan dari Komunitas Fotografi Untuk Korban Bencana di Sulteng

CILEGON, (KB).- Bantuan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi Sulawesi Tengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *