Minggu, 24 Juni 2018

Warung Nasi Beroperasi Siang Hari, Satpol PP Sita Peralatan Masak

SERANG, (KB).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang merazia warung nasi (warnas) yang nekat beroperasi di siang hari selama Ramadan, Selasa (22/5/2018). Dalam razia itu, petugas juga menyita peralatan masak dan menggiring pemilik warnas.

Berdasarkan pantauan, saat petugas Satpol PP mendatangi salah satu warnas di Legok, Kota Serang, tampak beberapa warga sedang asyik menyantap makanannya. Bahkan, beberapa konsumen hanya membungkus makanannya.

Pemilik warnas pun terlihat pasrah saat peralatan masaknya seperti kompor hingga tabung elpiji 3 kg disita oleh petugas. Selain peralatan masak, petugas juga turut menggiring pemilik warnas untuk memberikan keterangan di kantor Satpol PP Kota Serang.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Serang, Juanda menuturkan, terdapat 3 titik tempat yang didatangi Satpol PP Kota Serang dalam pelaksanaan razia tersebut.

“Pertama kami razia di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, kemudian Kepandean, lalu ke Legok. Semua warung nasi buka,” kata Juanda kepada Kabar Banten ditemui di Kantor Satpol PP Kota Serang usai razia, Selasa (22/5/2018).

Dia menjelaskan, di stadion terdapat 6 warung makan yang buka dan melayani warga yang makan atau minum. Sementara, di Kepandean dan Legok masing-masing didapatkan satu warnas yang buka dan melayani pembelinya. “Jadi semuanya ada 8 warnas yang kami razia untuk hari pertama ini,” ucapnya.

Dia mengatakan, petugas menyita peralatan masak warnas yang nekat melanggar peraturan. Petugas juga membawa pemilik warnas yang menghalangi petugas dalam melakukan pengamanan.

“Tadi itu barang bukti yang dibawa kompor 2, tabung elpiji 2 dan ada penanak nasi. Jadi si pemilik melakukan tindakan kurang menyenangkan kepada kami. Jadi kami bawa dan akan dilakukan pemeriksaan di kantor,” tuturnya.

Namun, warnas di Stadion Maulana Yusuf Ciceri diberikan peringatan meski melakukan pelanggaran yang sama. “Stadion ada 6, tapi langsung ditutup. Namun tidak dilakukan penyitaan, hanya diberikan peringatan,” tuturnya.

Menurutnya, pemilik warnas yang telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 2 tahun 2010 akan segera diberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) No. 41 tahun 2017. Sanksinya berupa denda tindak pidana ringan (tipiring) yang nantinya akan disetorkan ke kas daerah. “Hal tersebut sudah dituangkan dalam perwal Pekat No. 41 tahun 2017,” katanya.

Merasa aman

Salah satu pemilik warnas di Legok, yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sempat ada seorang oknum yang sering meminta uang agar warungnya tetap bisa buka walaupun di siang hari pada bulan puasa. Atas dasar itu, dia membuka warungnya siang hari karena sudah merasa aman dengan membayar kepada oknum yang mengaku petugas dari Satpol PP Kota Serang.

“Saya tidak tau dan kaget. Soalnya ada orang yang suka datang ke warung. Bilangnya dari petugas dan minta uang keamanan aja supaya ga kena razia. Warung saya bukanya dari siang sekitar pukul 10.00 WIB,” ujarnya. (TM)*


Sekilas Info

Wakil Kepsek MAN Cikeusal Kecelakaan di Tol Fungsional Batang-Pemalang, Warga Gelar Doa Bersama

SERANG, (KB).- Warga RT 25/04 Bumi Ciruas Permai Blok C4, Kelurahan Ranjeng, Kecamatan Ciruas menggelar doa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *