Selasa, 11 Desember 2018
Muhamad Bagas Ardiansyah, balita 16 bulan, warga Kampung Bangkok, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur menderita hidrosefalus. Kondisi korban sangat memprihatinkan dan dirawat di rumah.*

Warga Sumur Derita Hidrosefalus

PANDEGLANG, (KB).- Muhamad Bagas Ardiansyah, balita 16 bulan, warga Kampung Bangkok, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur menderita penyakit hidrosefalus. Putra dari pasangan suami istri Adri dan Lestari ini terpaksa dirawat di rumah. Menurut informasi, kondisi korban sekarang sangat memprihatinkan. Kedua orangtuanya tak berdaya melihat penyakit yang terus menggerogoti pertumbuhan korban. Kondisi kepalanya terus membesar.

Dengan keterbatasan biaya, orangtua korban hanya terlihat pasrah.
Korban menderita penyakit hidrosefalus setelah melalui pemeriksaan dan hasil diagnosis medis. Setiap hari tubuh mungil korban hanya bisa terbaring lemah di amben bambu rumah tersebut. Meski demikian, Lastri , ibunya korban pernah membawa korban ke Puskesmas Sumur.

Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda kesembuhan. Menurut dia, korban mulai menderita penyakit tersebut saat usia satu bulan. “Saya membawa Bagas ke Puskemas Sumur untuk mendapatkan perawatan. Tapi belum ada tanda-tanda korban akan sembuh. Karena tidak punya biaya, saya tidak membawa Bagas ke rumah sakit,” kata Lastri.

Dari hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas menerangkan korban menderita hidrosefalus. Sementara itu, Lastri hanya bisa pasrah menatapi kondisi anaknya yang sedang menahan beban penyakit. Hanya harapan dan doa yang menyelimuti keseharian keluarga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Lastri berharap ada tangan dermawan membantunya untuk mengobati anaknya. Ia juga meminta ada yang mendoakan secara ikhlas. ”Kami sekarang hanya menunggu keajaiban Tuhan. Tetapi kami tidak mau putus asa. Kami tetap berusaha semampunya untuk terus mengobati korban,” ujarnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Pandeglang, Ade Muamar mengatakan dengan adanya warga yang menderita penyakit hidrosefalus tersebut. Ia akan melakukan komunikasi dengan instansi terkait agar korban bisa segera mendapatkan perawatan dengan baik.
“Coba nanti kita akan sampaikan ke dinas kesehatan. Kalaupun tidak dirawat, tetapi nanti bidan desa bisa mengontrol bayi tersebut ke rumahnya. Sehingga, penyakit tersebut tidak semakin parah. Dan mudah-mudahan bisa sembuh,” ucapnya. (IF)***


Sekilas Info

Demo, Mahasiswa Menginap di DPUPR Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang demo di depan Kantor Dinas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *