Warga Resah Akibat Galian C

WARGA Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon resah akibat hujan debu yang ditimbulkan kegiatan galian C di Gunung Panaseupan.

Meski gunung yang terletak di wilayah perbatasan Kota Cilegon dan Kabupaten Serang tersebut letaknya tidak terlalu dekat dengan permukiman warga, namun aktivitas truk bermuatan pasir yang keluar masuk lokasi pertambangan tersebut sangat mengganggu warga.

Seorang warga Lingkungan Dukuh Malang, Kelurahan Tegal Bunder Ayatullah Marsai mengatakan, sebenarnya keluhan tersebut, sudah dirasakan cukup lama. Ditambah lagi memasuki musim kemarau ini, debu akibat lalu lalang truk muat pasir yang keluar masuk di pertambangan pertabatasan tersebut terbawa angin.

“Kami mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengambil tindakan. Paling tidak, kata warga, pemkot melakukan pengawasan terhadap aktivitas galian C yang ada di perbatasan. Karena akibat galian tersebut, debu terbawa ke wilayah kami, sehingga dampaknya terasa mengganggu warga,” katanya, akhir pekan kemarin.

Ia menuturkan, lokasi pertambangan pasir tersebut, memang berada di wilayah Kabupaten Serang, namun kabarnya perluasan lokasi usaha galian C tersebut, akan melebar ke wilayah Cilegon. Ia sudah mendapat informasi ada warga sekitar yang sudah menjual tanahnya untuk pelebaran galian C tersebut.

“Yang kami khawatirkan lokasi galian tersebut bertambah, ini pastinya warga semakin cemas, karena jumlah mobil juga akan terus meningkat. Kami inginnya kalau tidak ada kompensasi ke warga sebaiknya ditutup, karena khawatir berdampak parah terhadap warga sekitar terutama debunya,” ujarnya.

Bahkan, warga lainnya di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon kecewa melihat aktivitas pengambilan material baik berupa batu dan pasir di sepanjang Gunung Panaseupan yang membahayakan keselamatan dan kenyamanan warga setempat.

“Seharusnya walaupun di daerah perbatasan, ada pengawasan yang melekat dari pemerintah, karena penggalian dan pengambilan material galian C efek debu sangat merugikan warga sekitar. Apalagi mobil yang mengangkutnya tersebut, bisa saja tercecer di jalan umum kalau tidak diawasi,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Purwakarta Balukia Ikbal menuturkan, untuk proses perizinan pertambangan energi dan mineral kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pihaknya hanya berwenang melakukan pengawasan.

“Ini terbentur, karena adanya aturan yang menyatakan kewenangan perizinan ada di pemprov. Kami sudah melakukan cross check ke lokasi dan memang benar ada aktivitas galian C, namun bukan di wilayah kami, melainkan masuk di wilayah Kabupaten Serang. Kami hanya melakukan pengawasan saja,” tuturnya.

Jika di kemudian hari aktivitas usaha tersebut, masuk di wilayah Kota Cilegon, dia akan berusaha meminta kejelasan mengenai galian tersebut.

”Kami minta kerja samanya dengan warga sekitar, karena saat ini masih di perbatasan, dan belum masuk ke wilayah Cilegon. Jadi, bisa saja warga nanti melapor ke pemerintah setempat apabila aktivitas tersebut merugikan bagi warga Kecamatan Purwakarta,” katanya. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here