Warga Pasir Awi Keluhkan Badan Jalan Rusak

Sejumlah warga Pasir Awi Kecamatan Banjar, terutama pengendara sepeda motor dan mobil mengeluhkan kondisi badan jalan rusak. Akibat jalan rusak membuat warga tidak nyaman saat mengoperasikan kendaraan.

Warga pun menyampaikan keluhan kondisi jalan itu sudah lama tidak pernah mendapat sentuhan pembangunan. Padahal, kelas jalan itu merupakan jalan kabupaten yang selayaknya bisa dibuat mulus menggunakan uang APBD.

Salah seorang warga Banjar, Sopian menuturkan, jalan tersebut mengalami kerusakan sudah cukup lama namun sampai sekarang belum pernah ada sentuhan perbaikan dari pemerintah daerah.

“Ini terkesan dibiarkan rusak, padahal sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memperbaiki sarana publik berupa infrastruktur. Seperti inilah kondisi jalannya dari dulu sampai sekarang rusak. Bukan saja warga, saya juga kalau melintas di sini tambah sakit badan dan kendaraan cepat rusak,” ujar Sopian kepada Kabar Banten, Jumat (15/11/2019).

Menurut dia, dengan kondisi jalan seperti banyak lubang dapat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, dia berharap agar pemerintah daerah bisa segera memperbaiki jalan ini. Kasihan masyarakat yang tinggal di desa harus bertahun-tahun menikmati jalan rusak. Apalagi, tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan di jalan ini, ujarnya.

“Sayangnya hingga tahun 2019 ini pemerintah seperti tidak ada perhatian dan buktinya belum ada tanda-tanda jalan ini akan diperbaiki. Bahkan belum diketahui kapan akan ada perbaikan secara menyeluruh mengingat kerusakan jalan ini semakin parah dan kian meluas,” ucapnya.

Sopian menuturkan, warganya sering mempertanyakan kapan jalan tersebut diperbaiki. Sebab sudah terlalu banyak pengendara motor terguling di jalan tersebut. “Banyak pengendara motor yang terguling. Ada kendaraan roda empat yang tidak kuat menanjak, apalagi saat musim hujan badan jalan licin dan berlumpur,” kata Sopian.

Sementara itu Kepala Desa Pasirawi Muhammad Rosyidi mengatakan, sudah banyak keluhan warga terkait kondisi jalan rusak yang berstatus jalan kabupaten. Menurut dia, jalan tersebut memiliki fungsi yang penting sebagai jalan yang menghubungkan antar desa dan kampung.

“Untuk perbaikan, usulan pembangunan jalan sudah masuk dan tercatat dalam musyawarah rencana pembangunan atau musrenbang kecamatan tahun ini. Rencananya pemerintah setempat akan merealisasikannya pada tahun 2020 mendatang,” tuturnya. (Ade Taufik/Endang Mulyana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here