Selasa, 21 Agustus 2018

Warga Miskin Numpuk di Kasemen

SERANG, (KB).- Warga atau penduduk miskin di Kota Serang numpuk di Kecamatan Kasemen. Data tersebut dihitung dari pendataan basis data terpadu (BDT) per kecamatan di Kota Serang yang dilakukan Badan pusat statistik (BPS) Kota Serang.

Kepala BPS Kota Serang, Dadang Ahdiat mengatakan, basis data terpadu yaitu program perlindungan sosial yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). “Untuk tahun 2015 saja dari indikator 40 persen lebih ada sekitar 10.325 rumah tangga miskin di Kecamatan Kasemen. Ini lebih banyak dari kecamatan lainnya di Kota Serang,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (24/11/2017).

Dia menuturkan, jumlah tersebut selalu fluktiatif. Ada penurunan dan peningkatan setiap tahunnya. Kasemen merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak dan dipengaruhi pula dengan kondisi wilayah yang ada. “Tahun ini datanya belum ada. Saya rasa tahun ini ada penurunan tetapi tidak terlalu banyak. Biasanya ada penurunan tetapi hanya sedikit. Dilihat juga dari inflasi yang ada saat ini,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, survei sosial ekonomi nasional mencatat per tahun 2016 mencatat penduduk miskin di Kota Serang mencapai 36.000 atau sekitar 5,58 persen. Sementara, untuk jumlah garis kemiskinan di Kota Serang mencapai 281.926.

“Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi seperti padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak,” ujarnya.

Dia mengatakan, garis kemiskinan pun dilihat dari Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.”Untuk tahun ini kami lihat dari sisi ekonomi, seperti adanya kenaikan harga atau terjadinya perlambatan ekonomi. Mungkin ada penurunan,” ucapnya. (TM)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *