Selasa, 16 Oktober 2018
Sejumlah warga Kampung Kentrong, Desa Malang Sari, Kecamatan Cipanas sedang mengantre air bersih bantuan warga, Selasa (7/8/2018).*

Warga Malang Sari Kesulitan Air Bersih

LEBAK, (KB).- Krisis air bersih akibat musim kemarau, mulai menyerang desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Cipanas. Salah satunya yang dialami oleh warga Kampung Kentrong Desa Malang Sari. Seperti diungkapkan oleh Jarimah warga Kampung Kentrong. Menurutnya, musim kemarau kali ini mengakibatkan warga di kampungnya sejak beberapa hari lalu mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kesulitan air seperti ini sangat merepotkan pak. Untuk mendapatkan air bersih, warga di sini harus menempuh jarak 2 hingga 5 kilometer,” kata Jarimah kepada Kabar Banten, Selasa (7/8/2018). Menurutnya, dengan jarak tempuh sejauh itu bagi warga yang mampu mungkin bukan suatu masalah, karena mereka memiliki sarana kendaraan.

Bagi warga yang tidak mampu sepertinya, jarak tersebut sangatlah berat. Akan tetapi, kini ada kepedulian seorang warga Sajira yang memberikan bantuan air bersih. ”Kondisi kami saat ini sedang kesulitan air bersih, namun kami terbantu oleh sopir pengangkut air yang membagikan sisa air bersih secara gratis,” ucapnya.

Sementara, Iwan warga Kecamatan Sajira yang berprofesi sebagai sopir truk tangki air bersih mengatakan, ia hanya memanfaatkan sisa air bersih dari mobilnya untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. ”Lumayan pak, air bersih sisa itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, dari pada dibuang,” ujarnya singkat.

Kepala Desa Malang Sari, Cakara membenarkan warganya yang berada di beberapa kampung di desanya saat ini sedang mengalami krisis air bersih. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warganya harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Menurutnya, untuk meminta bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Lebak, dirinya sudah bosan mengajukan, karena hingga kini bantuan dari pemerintah terkait kebutuhan akan air bersih belum juga direalisasi. ”Saya sudah cape mengajukan permohonan bantuan untuk air bersih, karena belum juga direalisasi,” kata Kades Cakra.

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi mengaku baru mengetahui jika di wilayah Cipanas ada desa atau kampung yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Saya baru tahu adanya krisis air karena selama ini belum ada laporan atau permintaan akan air bersih. Sebaiknya pihak desa mengajukan surat permohonan yang dilayangkan langsung ke Ibu Bupati yang ditandatangani oleh pihak kecamatan, dan ditembuskan ke kami pihak BPPD. Insya Allah itu tidak akan dipersulit dan kami akan langsung memberikan bantuan air bersih sesuai dengan kebutuhan,” tutur Kaprawi melalui sambungan telepon. (Lugay/TS)*


Sekilas Info

Baznas Banten Latih Warga Ciladaeun Olah Keripik Pisang dan Gula Semut

LEBAK, (KB).- Sebanyak 32 warga “Kampung Zakat” (penerima manfaat) di Desa Ciladaeun Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *