Warga Kota Tangerang Akan Digratiskan Naik Angkot

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang saat ini mulai berencana membuat terobosan baru terkait pelayanan transportasi. Masyarakat di kota berjuluk Seribu Industri Sejuta Jasa tersebut, nantinya akan digratiskan naik angkutan kota (angkot).

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar. Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menggodok aturan kebijakan tersebut.

“Kami sudah melakukan penjajakan dengan beberapa para pemilik angkot. Insya Allah ke depannya warga Kota Tangerang tidak perlu membayar jika menumpangi angkot yang ada di Kota Tangerang ini,” kata mantan Kabag Humas Pemkot Tangerang tersebut, Kamis (25/4/2019).

Ia menuturkan, mengenai mekanismenya, bahwa pemerintahan setempat menerapkan sistem pemberian subsidi terkait kebijakan tersebut kepada para sopir atau pemilik angkot. “Nanti yang bayarnya pihak Pemkot Tangerang, dibayar sesuai besaran kilometer atau daya tempuh angkot itu saat beroperasi,” ujarnya.

Menurut dia, program tersebut, juga akan membantu terintegrasinya angkutan massal di Kota Tangerang. Ia menyebutkan, nantinya angkot-angkot tersebut dijadikan penghubung bagi para penumpang Bus Trans Kota Tangerang (BRT).

“Ini juga untuk mempermudahkan dalam pelayanan masyarakat terkait akses transportasi dan tentunya guna menekan angka kemacetan yang ada di Kota Tangerang ini. Sehingga, masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan transportasi massal,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan meluncurkan empat koridor angkutan massal dengan menambah jumlah trayek dan armada Bus Rapid Transit (BRT) pada bulan mendatang.

Menurut dia, pengadaan angkutan massal tersebut sedang dalam proses tahapan dan dalam waktu dekat ini dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Tangerang. “Kami tambah 4 koridor BRT. Sebelumnya sudah ada 2 koridor dan banyak dinikmati oleh masyarakat,” tuturnya.

Empat koridor tersebut, meliputi jurusan Ciledug-Mall Tangcity, Terminal Poris-Bandara Soetta, dan Selapajang-Cadas. Satu koridor lagi akan menghubungkan di pusat kota. “Bentar lagi proses lelang. Nantinya tiap satu koridor akan dioperasikan sebanyak sembilan bus,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya empat koridor tambahan BRT tersebut, dapat memudahkan akses transportasi ke masyarakat dan tentunya warga bisa beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan massal untuk menekan angka kemacetan. “Ongkosnya juga terjangkau. Jauh dekat hanya Rp 2.000 saja,” katanya.

Tambah armada bus wisata

Sementara, menghadapi Bulan Suci Ramadan yang sudah semakin dekat, Dishub Kota Tangerang berencana akan melakukan terobosan dalam penambahan armada bus wisata.

Kepala Bidang Transportasi Dishub Kota Tangerang Bambang Dewanto menjelaskan, penambahan bus wisata mulai dilakukan menjelang bulan puasa ini dan saat ini pihaknya sedang melakukan proses lelang.

“Ada 4 armada bus wisata yang akan kami tambah untuk ngabuburit selama bulan Ramadan nanti,” ujarnya.

Menurut dia, penambahan bus city tour tersebut dilakukan, karena animo masyarakat sangat tinggi. Diprediksi pada saat memasuki bulan puasa warga juga sangat antusias untuk menaiki bus wisata tersebut. “Selain tambahan 4 armada, ada lagi 2 bus tingkat yang kami modifikasi,” ucapnya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here