Warga Keluhkan Kenaikan BPJS Kesehatan dan Jalan Rusak

WALI Kota Cilegon Edi Ariadi bersama Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati, saat mengikuti acara Sosialisasi Pembangunan Tingkat Kota Cilegon, di Lapangan Tong Kecamatan Citangkil, Kamis (14/11/2019).*

CILEGON, (KB).- Masyarakat Citangkil mengaku, jika kebijakan kenaikan tarif iuran Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sangat membebani masyarakat kecil. Warga pun mengeluhkan kualitas jalan di Citangkil yang sering rusak dan kurang lebar.

Hal tersebut merupakan sebagian dari keluhan masyarakat, yang disampaikan pada acara Sosialisasi Pembangunan Tingkat Kota Cilegon, di Lapangan Tong Kecamatan Citangkil, Kamis (14/11/2019). Hadir pada acara tersebut Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati, seluruh kepala dinas di lingkungan Pemkot Cilegon, serta sejumlah lurah dan camat.

Alwani, warga Citangkil mengatakan keberatan dengan kenaikan tarif BPJS. Karena itu, ia menolak membayar iuran BPJS. ”Kami warga Citangkil tidak akan bayar BPJS jika tarifnya naik seperti ini. Sebab ini memberatkan kami rakyat kecil,” katanya.

Dia menyadari jika kenaikan tarif BPJS adalah kebijakan pemerintah pusat. Namun begitu, ia meminta Pemkot Cilegon tidak tinggal diam. ”Saya berharap Pak Wali dan Ibu Wakil mau memperjuangkan keinginan kami. Minimal menyampaikan keluhan masyarakat kecil di Citangkil kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Zaenal, warga lain menilai jika perkembangan pembangunan jalan di Citangkil tidak signifikan. Mengingat hingga saat ini banyak ruas jalan yang masih terbilang sempit. ”Jalan Brigjen Sam’un saja sempit, padahal itu tidak jauh dari Gedung DPRD Kota Cilegon. Begitu pula ruas jalan-jalan lainnya, banyak sekali yang kurang lebar,” tuturnya.

Tidak hanya sempit, kondisi jalan pun banyak yang rusak dan masih beralaskan aspal. Ia berharap Pemkot Cilegon mulai fokus pada pembangunan jalan di Kecamatan Citangkil.

”Kendaraan yang lalu lalang semakin banyak, tapi kondisi jalan tetap seperti itu-itu saja. Makanya kami berharap pemerintah mulai memerhatikan kondisi jalan di Citangkil,” ucapnya.

Menanggapi keluhan warga, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi akan menyampaikan keluhan masyarakat ke pemerintah pusat. Ia membenarkan jika kenaikan tarif BPJS adalah kebijakan pusat.

”Saya bersyukur masyarakat paham, jika ini memang kebijakan pusat. Insya Allah, kami dari Pemkot Cilegon akan menyampaikan keluhan masyarakat ke pemerintah pusat,” katanya.

Terkait kondisi jalan di Citangkil, Edi mengatakan, jika hal tersebut telah menjadi perhatian pihaknya. Sayang, terdapat sejumlah hal yang menghambat upaya perbaikan, salah satunya gagal lelang. ”Karena ada lelang yang gagal, pekerjaan pun menjadi lambat. Sehingga harus dilakukan menjelang akhir tahun,” ucap Edi. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here