Warga Kecamatan Sindangresmi Patungan Bangun Jalan

PANDEGLANG, (KB).- Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Peduli Lingkungan (FKPPL) Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang patungan dengan cara menggalang dana untuk memperbaiki ruas jalan penghubung tiga desa.

Infrastruktur desa tersebut dibangun mulai dari jalan Desa Pasirlancar, Desa Sindangresmi dan Desa Campakawarna. Aksi penggalangan dana tersebut merupakan bentuk pelampiasan masyarakat, karena sudah jenuh dan bosan mendengar janji pemerintah yang tidak pernah terealisasi membangun jalan tersebut.

Kordinator lapangan penggalangan dana masyarakat, Karsam mengatakan, aksi ini berawal dari hati nurani masyarakat karena prihatin melintasi jalan desa yang rusak parah. Berangkat dari keprihatinan itulah,akhirnya warga sepakat untuk patungan dana demi memperbaiki kondisi jalan penghubung tiga desa.

“Kita semua sepakat untuk patungan mengumpulkan dana , Alhamdulillah kemarin ada yang membantu batu 3 mobil truk dan hasil iuran 1 truk,” kata Korlap FKPPL , Karsam kepada Kabar Banten, Rabu (28/11/2018).

Ia mengatakan, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pandeglang harus punya kerja nyata merealisasikan pembangunan di desa, karena visi dan misi bupati kan membangun diawali dari desa. Tetapi faktanya dinas tersebut seperti tidak melaksanakan visi pemerintah daerah.

Ia berharap pemerintah bisa melek untuk tida membiarkan jalan tersebut rusak. Jalan ini sudah hampir 15 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan. Padahal, ini kewajiban pemerintah untuk membuka akses pembangunan jalan desa.

“Liat saja jalan ini rusak seperti ini, masa pemerintah tidak kasihan melihat warganya seperti sedang terisolasi. Tapi kami beritikad patungan dengan cara swadaya. Ya, ada yang bantu Rp 10.000- Rp 20.000. Ya, pengusaha disini juga ikut peduli menggalang dana,meski mereka terkadang tak mendapatkan kegiatan pembangunan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Sindangresmi, Edih Rohaedi tidak memberikan keterangan banyak soal ruas jalan penghubung di tiga desa yang rusak. Ia hanya menyebut jika jalan tersebut sudah pernah diusulkan, “Ya rusak, apalagi musim hujan, usulan sudah diajukan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala seksi Pembangunan Jalan DPUPR Pandeglang, Zaenal Huri hanya bisa mengapresiasi upaya masyarakat membangun jalan secara seadaya, karena saat ini Pemkab masih menghitung anggaran tersedia dan penyesuaian realisasinya.

“Bagus, kalo masyarakat mau membangun secara swadaya dan gotong royong. Ruas jalan kabupaten di Pandeglang memang masih banyak yang rusak dan rusak berat. Diperkirakan jalan rusak masih sekitar 60 persen dari total 683,23 kilometer panjang jalan K1 sesuai SK bupati tahun 2009. Saat ini jalan itu terus kita bangun secara bertahap sesuai anggaran yang tersedia,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah berupaya untuk mempercepat pembangunan, dan sedang dalam proses pengajuan anggaran.

“Ibu bupati bersama jajaran pemerintah daerah kabupaten pandeglang terus berupaya mempercepat pembangunan jalan, dengan mengajukan ke pusat dan propinsi. Ya, bidang bina marga DPUPR sedang ada konsultasi dan asistensi anggaran DAK Fisik 2019 di Yogyakarta untuk pembangunan jalan dan jembatan,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here