Warga Kabupaten Lebak di Wamena Minta Pulang

LEBAK, (KB).- Warga Kabupaten Lebak yang tinggal di Wamena, Kota Jayapura, Papua meminta pemerintah memfasilitasi kepulangannya ke Kabupaten Lebak. Keinginan untuk pulang karena merasa khawatir terjadi hal tak diinginkan setelah terjadi kerusuhan di daerah tersebut.

Salah satunya adalah Nita Puspitasari (30), warga Kampung Pasir Jati, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung. Ia menginginkan pemerintah bisa memfasilitasi kepulangan keluarganya ke tanah kelahirannya di Kabupaten Lebak. Sebab, keadaan sekarang ini di Wamena yang dulunya tentram kini berbalik menjadi mencekam dan mengkhawatirkan.

“Para pendatang menjadi waswas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih, ada isu di bulan Oktober sampai Desember ke depan akan ada demo besar-besaran. Makanya, takut terjadi sesuatu hal, kita ingin pulang,” kata Nita Puspitasari kepada wartawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (7/10/2019).

Ia mengaku, keberadaan dirinya bersama dua anaknya di Wamena Kota Jayapura sudah selama 8 tahun. Ia ikut bersama suami yang bertugas di TNI AD. Kepanikan yang saat ini sedang dirasakan di setiap harinya, karena adanya dua anak kandungnya dan seorang keponakannya yang masih usia belia ikut menetap di Wamena.

“Walaupun suami bekerja di TNI, namun rasa kekhawatiran saya dalam menjaga anak selalu tidak tenang,” ujarnya.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebelumnya telah melakukan penjemputan untuk warga Banten di Wamena. Namun, karena belum mendapatkan izin dari suami yang sedang menjalankan tugas, sehingga ia bersama anak dan keponakannya menunggu kepulangan suaminya.

“Pada saat ada penjemputan, saya ingin sekali pulang. Akan tetapi, setelah mendapatkan izin dari suami pesawatnya sudah tidak ada, karena hari penjemputan terakhir dilakukan pada Sabtu (5/10/2019) lalu,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah provinsi ataupun Kabupaten Lebak bisa membantu kepulangannya. Sebab, harga tiket pesawatnya sangat mahal dan tidak terjangkau untuk empat orang. “Saya harap pemerintah bisa memfasilitasi,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten. Untuk langkah pertama, komunikasi untuk mencari jalan keluarnya bagi warganya yang berada di Wamena Jayapura.

“Kalau Pemprov Banten tidak bisa memfasilitasi, Pemkab Lebak akan menganggarkan dari APBD Lebak menggunakan biaya tidak terduga,” katanya.

Pihaknya berpesan, warga Lebak yang masih berada di Wamena Jayapura agar lebih sabar dan berhati-hati serta selalu waspada. melakukan hal-hal yang bisa mencelakakan diri dan keluarga.

“Selain itu, Pemkab akan terus mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang keberadaan warga Lebak,” ujarnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here