Warga Huntara Belum Dapat Bantuan Dampak Covid-19

Warga terdampak tsunami Selat Sunda yang menempati hunian sementara (Huntara) di Kampung Pasir Malang, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dampak Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan, mereka hanya mengandalkan uluran tangan dari masyarakat setempat.

Ketua warga huntara, Jamal mengatakan, selama masa pandemi virus corona penghasilan mereka berkurang dan daya beli masyarakat menurun drastis. Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, mereka mengandalkan pemberian dari warga sekitar.

“Pascatsunami, ekonomi masyarakat huntara belum pulih. Allah menguji kembali dengan Covid-19 dan penghasilan mereka berkurang. Kalau sembako dari pemerintah belum dapat, semoga saja Allah memberi kami rezeki,” kata Jamal melalui pesan singkatnya lewat WhatsApp kepada Kabar Banten, Ahad (17/5/2020).

Ia mengatakan, budaya berbagi dan kebersamaan sesama warga huntara masih terjaga dengan baik. Sehingga bisa saling berbagi kebutuhan pokok terutama beras. Namun jika salah satu di antara mereka memiliki rezeki, mereka saling menopang.

“Alhamdulillah ada sebagian warga yang mendapat PKH atau Rasta. Sesama tetangga itulah yang berbagi beras. Misalkan ada saudara berkunjung ke huntara, dapat rezeki terus berbagi beras atau makanan. Alhamdulillah kalau kelaparan belum ada, semoga saja jangan terjadi ada warga kelaparan. Karena sesama tetangga huntara saling peduli, meskipun makan dengan seadanya,” ujarnya.

Menurut dia, warga huntara tetap bersyukur meski sudah setahun lebih menempati kawasan tersebut. Mereka tetap nyaman menjalankan ibadah puasa di huntara dengan sederhana. Namun, Pemkab Pandeglang diminta untuk merealisasikan hunian tetap (Huntap) dan bantuan dampak Covid-19.

“Alhamdulillah, kami tetap bersyukur bisa melaksanakan ibadah puasa meskipun berbuka puasa dengan menu makanan seadanya. Kami berharap agar pemerintah segera membangun huntap dan memberikan bantuan dampak Covid-19 terutama bagi warga yang berdomisili di huntara,” katanya.

Sementara itu Camat Sumur A Suhaerudin menuturkan, pihak kecamatan akan mendistribusikan sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 di huntara. Namun, pihaknya memprioritaskan warga yang memiliki keterbatasan secara fisik.

“Ada satu pemahaman yang harus sama, bahwa tidak semua penghuni huntara memiliki keterbatasan ekonomi, karena sebagian dari mereka sudah beraktivitas secara normal. Sementara di desa lain yang tidak terdampak tsunami juga masih banyak warga yang memiliki masalah ekonomi,” tuturnya. (Ade Taufik/Endang Mulyana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here