Sabtu, 17 November 2018
Warga Kecamatan Setu, Tangerang Selatan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Mapolsek Cisauk, Kamis (18/10/2018) siang.

Warga Demo Mapolsek Cisauk

TANGERANG, (KB).- Puluhan warga Kecamatan Setu, Tangsel mendemo Kantor Mapolsek Cisauk, di Jalan Raya Lapan, Cisauk, Kamis (18/10/2018) siang.

Aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk protes karena salah seorang warganya berinisal M warga Kelurahan Kademangan RT 04/03, Kecamatan Setu, Tangsel ditahan polisi, setelah menghakimi seorang pencuri ikan yang masuk ke halaman rumahnya.

Bukan itu saja, saat pihak keluarga dari M hendak melaporkan balik tindakan pencurian yang dilakukan oleh pelaku berinisial A tersebut, laporan itu malah ditolak oleh salah seorang anggota Polsek Cisauk yang berjaga saat itu.

“Persoalan terbesar saat ini adalah arogansi aparat. Kita minta kapolres mengevaluasi aparat kepolisian yang bertindak tidak sesuai dengan protapnya,” ujar Suhendar salah seorang orator aksi di depan Mapolsek Cisauk.

Suhendar menyebutkan, pada Jumat (12/10/2018), M datang ke Mapolsek Cisauk untuk dimintai keterangannya. Namun, kemudian M tidak diizinkan kembali pulang dengan alasan ingin diamankan. “Dalam hukum acara kita itu cuma dikenal istilah ditahan dan ditangkap. Tidak ada istilah diamankan,” ungkapnya.

Warga Setu ini pun kemudian meminta agar pimpinan kepolisian menindak tegas dan menjatuhi sanksi kepada personelnya yang tidak profesional dalam menjalankan tugas.

“Kita tidak mau polisi terus begini. Kita minta tidak ada diskriminasi warga dalam membuat laporan. Makanya kita demo supaya tidak ada lagi warga yang mendapat perlakuan sewenang-wenang,” tutur Suhendar.

Warga Kecamatan Setu, Tangerang Selatan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Mapolsek Cisauk, Kamis (18/10/2018) siang.

Perwakilan massa aksi pun kemudian diterima untuk dimediasi bersama dengan Wakapolres Tangsel Kompol Arman dan Kapolsek Cisauk AKP Freddy Yudha. Usai melakukan mediasi dengan perwakilan pendemo, Arman mengatakan akan menindak tegas dugaan pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh personelnya, terhadap proses hukum warga berinisal M tersebut.

“Saya janji ke mereka akan kita luruskan kalau ada pelanggaran dari anggota, akan kita tindak,” jelas Arman. Dia pun berjanji akan mencarikan jalan keluar terbaik penyelesaian konflik antar warga ini agar tidak menimbulkan efek yang berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Yang paling penting konflik tersebut akan kita carikan jalan supaya tidak ada ekses berkelanjutan. Dan antara mereka akan damai dan tidak ada dendam antar keluarga mereka,” sebut Arman.

Dirinya pun menyebut saat ini penahanan terhadap M telah ditangguhkan oleh pihak kepolisian dari laporan A yang mengaku dihakimi pasca kepergok mencuri ikan.

“Kasusnya berawal ketika A masuk empang milik M, lalu kepergok oleh M dan diketok kepalanya hingga berdarah. Si A infonya pulang, balik lagi membawa parang dan pacul. Setelah itu membuat laporan polisi terhadap saudara M. Dia sempat ditahan dan saat ini sudah ditangguhkan,” ujar Arman. (DA)*


Sekilas Info

Data Kependudukan Bisa Diakses Swasta

TANGERANG, (KB).- Tak hanya instansi pemerintahan, data kependudukan juga bisa diakses oleh pihak swasta. Hal tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *