Warga Binaan Rutan Serang Ikuti Kegiatan Ramadan

SERANG, (KB).- Sebanyak 530 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Serang mengikuti kegiatan kerohanian dengan membaca Al-qur’an, kitab kuning, pengajian, dan tadarusan. Kegiatan ini ditargetkan selama satu bulan dengan harapan para warga binaan mampu menguasai bacaan Al-qur’an.

Staff Pelayanan Tahanan Bagian Pembinaan Kemandirian Rutan Klas II B Serang, Syukrie Patria mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk pengentasan buta huruf hijaiyah pada warga binaan yang belum bisa membaca Al-qur’an, serta pembinaan keterampilan pribadi dan bekal bagi warga binaan.

“Mereka diwajibkan untuk menghafal 13 surat pendek. Dan yang paling penting adalah mereka menguasai tata cara sholat yang benar,” ujar Syukrie.

Ia mengatakan, dengan kegiatan tersebut setidaknya bisa menjadi bekal ketika mereka pulang nanti, dan kami harapkan program ini menjadi program yang berkelanjutan.

“Sebagai bekal mereka pribadi, karena ketika mereka kembali ke masyarakat, setidaknya mereka bisa juga menjadi imam dalam keluarganya nanti. Jadi, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarganya. Dan pastinya mereka tidak mengulang kesalahan yang sama,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan diri mereka kepada sang pencipta dan dapat merenungi setiap perbuatan yang telah dilakukannya. Sehingga mereka tersadar dan tidak mengulangi kesalahannya, serta menjadi lebih baik ketika mereka keluar nanti, ujar Syukrie, Rabu (15/5/2019).

Sementara, pengajar sekaligus penasihat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Rutan Klas II B Serang yang juga salah satu warga binaan, Idrus mengatakan, bahwa di Rutan Klas II B Serang juga ada kegiatan yang bersifat pematangan moralitas yaitu dengan memberikan materi tambahan pembacaan Al-qur’an dan kitab kuning, serta tafsir hadits, ujarnya.

Ia mengatakan, sekitar 30 persen warga binaan belum bisa membaca huruf hijaiyah. Oleh karena itu, pihak Rutan mengadakan pegajaran agama dalam program kerohanian.

“Iya, makanya ini mereka belajar mulai dari buku iqro. Alhamdulillah, sekarang mereka sudah bisa baca Al-qur’an. Bahkan, kini mereka sudah bisa mengerti sedikit demi sedikit tentang hadits,” katanya. (Rizki Putri/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here