Warga Baros dan Padarincang Hidup dari Budidaya Ikan

Kecamatan Baros dan Padarincang menjadi wilayah yang paling banyak melakukan budidaya ikan air tawar. Dari hasil budidaya tersebut, sebagian warganya mendapatkan mata pencarian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo menjelaskan, dari 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Serang baru ada beberapa kecamatan saja yang fokus melakukan budidaya ikan air tawar.

Beberapa di antaranya yakni Kecamatan Baros dan Padarincang yang paling banyak warganya melakukan budidaya ikan air tawar. Sehingga sebagian warganya dapat hidup dari hasil budidaya tersebut.

“Di Baros dan Padarincang itu mereka hidup dari budidaya ikan. Sebab, di sana paling banyak yang melakukan budidaya,” ujar Suhardjo kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Dia menuturkan, kedua kecamatan tersebut menjadi percontohan bagi kecamatan lainnya untuk melakukan budidaya ikan. Selain dapat dikonsumsi pribadi, hasilnya pun dapat membantu perekonomian warga tersebut. Ikan dari hasil budidaya yang dilakukan dapat dijual kembali ke luar daerah.

“Padahal kan dengan budidaya ini warga juga bisa untuk konsumsi sendiri dan dijual lagi ke luar daerah atau pasar-pasar tradisional,” ucapnya.

Saat ini, dia menuturkan, masih banyak ikan yang dihasilkan dari Kabupaten Serang yang dijual ke luar daerah. Setelah itu, para pedagang di pasar membelinya dan kembali lagi ke Kabupaten Serang. Sehingga sistemnya menjadi berantai dan mengakibatkan harga menjadi tinggi. Berbeda jika pedagang membeli langsung ke tempat usaha budidayanya.

“Kami terus mendorong warga untuk melakukan budidaya di pekarangan rumahnya dengan sistem bioflok. Jadi pedagang di pasar tidak jauh-jauh lagi membeli ikan keluar daerah, jadi bisa memutus mata rantai,” tuturnya.

Dia mengatakan, secara bertahap pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Serang untuk dapat melakukan budidaya ikan air tawar. Pihaknya juga memberikan edukasi dalam pembuatan budidaya tersebut menggunakan sistem bioflok atau menggunakan lahan terbatas. Sehingga 2020 akan ada peningkatan kecamatan yang melakukan budidaya ikan air tawar. (Tresna Mulyanawati)*

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here