Warga Banten yang Dipulangkan dari Papua Bertambah Jadi 28 Orang

SERANG, (KB).- Tim kemanusiaan Pemprov Banten kembali menemukan warga Banten di Papua. Hingga Sabtu (5/10/2019) tercatat sebanyak 30 warga Banten berada di Papua, 2 di antaranya memilih bertahan dengan alasan pekerjaan.

Plt Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Budi Darma Sumapraja mengatakan, berdasarkan informasi sebanyak 28 warga tersebut akan tiba di Banten pada Ahad (6/10/2019).

“Informasi yang kami terima, kedatangan warga Banten dari Papua terbagi menjadi 2 kloter. Pertama sampai Serang sekitar jam 2 siang sebanyak 7 orang. Kloter dua sampai sekitar jam 8 malam sebanyak 21 orang. Total warga Banten sementara ini ada 30 orang,” ujar Budi, Sabtu (5/10/2019).

Budi menjelaskan, puluhan warga tersebut selanjutnya akan ditempatkan di Balai Perlindungan Sosial (BPS) Dinsos Banten di Cipocok Jaya, Kota Serang.

“Dan dinsos sudah menyiapkan Tim LDP (Layanan Dukungan Psikososial) atau trauma healing bagi para penyintas kerusuhan Wamena asal Banten,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini tim kemanusiaan Pemprov Banten terus melakukan penyisiran di beberapa wilayah di Papua. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan kembali bertambah.

“Sekarang sedang disisir yang di Nabire. Sebenarnya banyak (warga Banten di Papua), tapi tidak semua ingin pulang. Karena di sana juga sudah aman,” kata Budi.

Kepala Dinsos Provinsi Banten Nurhana mengatakan LDP menjadi yang paling utama diberikan dinsos bagi para penyintas Wamena Papua asal Banten. Layanan ini untuk mengantisipasi trauma yang mereka alami pasca kerusuhan di Wamena (trauma healing),” kata Nurhana.

Terlebih, kata dia, beberapa dari mereka masih anak-anak yang memerlukan pendekatan khusus untuk menanganganinya.

“Makanya kami telah siapkan layanan tersebut dengan menggunakan tenaga-tenaga Pekerja Sosial terlatih yang ada di Banten,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kemanusiaan Pemprov Banten E Kusmayadi mengatakan, sebanyak 25 warga Banten yang terdampak kerusuhan Wamena telah ditemukan. Mereka disisir dari wilayah Sentani, Wamena, Jayapura, Yapen dan lain-lain. Tidak ada kendala dalam proses tersebut karena dibantu pemda setempat.

“Kami pulangkan 23 jiwa, dan yang dua tetap di sini bersama keluarganya di Sentani,” katanya, Jumat (4/10/2019). (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here