Warga Banten di Papua Dipulangkan

Sebanyak tujuh orang warga Banten terdampak kerusuhan di Wamena, Jayapura Papua untuk kloter pertama saat tiba di Balai Perlindungan Sosial (BPS) Dinsos Banten di Cipocok Jaya, Kota Serang, Ahad (6/10/2019).*

SERANG, (KB).- Jumlah warga Banten yang akan dipulangkan dari Papua bertambah. Hingga kemarin, jumlah yang sudah disisir tim kemanusiaan Pemprov Banten mencapai 36 orang. Tim kemanusiaan pemprov di Papua memperpanjang pembukaan posko hingga satu minggu kedepan untuk mengantisipasi warga yang belum tersisir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka yang akan dipulangkan merantau di Sentani, Heram, Kota Baru, dan Yapen Selatan. Tujuan pemulangannya ke Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kota Serang.

Ketua Tim Kemanusiaan Pemprov Banten E Kusmayadi membenarkan, jumlah warga Banten yang dipulangkan bertambah. Pihaknya juga memperpanjang jadwal pembukaan posko di Papua hingga satu minggu kedepan. “Posko kita masih dibuka sampai dengan satu minggu ke depan,” ucapnya kepada wartawan, kemarin.

Pemulangan warga yang sudah tersisir dibagi dalam dua tahapan, tahapan pertama pemulangan 28 orang pada Ahad (6/10/2019). “Kloter pertana 7 orang dan kloter kedua 21 orang. Jadi 28 orang dari Kota serang 11 dan Kabupaten Serang 17 orang,” kata pria yang juga Plt Kepala BPBD Banten ini.

Sisa warga yang belum dipulangkan sebanyak delapan orang masih menunggu di posko Sentani. Pemulangan warga Banten melalui Bandara Soekarno Hatta. Setibanyak mereka disambut langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. “Ini bentuk perhatian Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur kepada masyarakatnya dimanapun mereka berada,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana menuturkan, selain yang dipulangkan ada dua warga yang memilih bertahan dengan alasan pekerjaan. Pihaknya sudah mengupayakan untuk membawa dua warga kembali ke Banten. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here