Warga Banten Antusias Ikuti LiDa 2020

SERANG, (KB).- Dari enam provinsi di Indonesia yang mengikuti ajang pencarian bakat Liga Dangdut (LiDa) Indonesia, Banten menjadi satu-satunya provinsi yang paling antusias masyarakatnya. Bahkan, peserta audisinya meningkat dibandingkan tahun lalu.

Hal ini dikatakan oleh Kreatif Lida Indonesia 2020 Frans Josua saat ditemui di Markas Brimob Kota Serang, Ahad (13/10/2019). Menurutnya selama pihaknya melakukan audisi di enam provinsi, Banten merupakan yang paling banyak peserta audisinya. Rata-rata

“Jumlah peserta yang kami lihat sepertinya bertambah dari tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya itu sekitar 300, kalau di tahun ini diperkirakan bisa mencapai 500 peserta audisi. Dan rata-rata di provinsi lain hanya sekitar 300 peserta,” katanya.

Ia juga menjelaskan, persyaratan pada tahun ini ada yang berbeda. Seperti batasan usia pendaftar audisi mulai dari 14 tahun hingga 25 tahun. Kemudian, pihaknya juga memberikan kebijakan bagi peserta yang berada di luar daerah Banten untuk mengikuti audisi. Jika pada tahun sebelumnya hanya yang berdomisili dan memiliki KTP Banten saja.

“Audisi yang dilakukan peserta melewati tahap audisi tanpa musik yang dilakukan oleh tim. Jika lolos, mereka akan lanjut ke tahap video boot atau audisi dengan musik. Nanti akan kami rekam dan dibawa ke Jakarta untuk bahan review. Kemudian kami akan memilih dua terbaik perwakilan dari Kota Serang,” ujarnya.

Kriteria penilaiannya sendiri, kata dia, peserta harus memiliki karakter vokal yang baik dan unik. Kemudian, memiliki kekuatan dalam bernyanyi dan memiliki ekspresi dalam bernyanyi serta konsistensi dalam bernyanyi. “Karena biasanya peserta bernyanyi bagus diawal, tapi ketika melanjutkan kurang. Jadi kami mencari yang konsisten,” ucapnya.

Seorang peserta asal Kramatwatu Kabupaten Serang Shandy Evansyah yang lolos tahap audisi mengatakan, ada dua lagu wajib yang harus bisa dinyanyikan oleh peserta. Selain itu, ada juga tantangan lagu yang diberikan oleh juri. Sementara, pada saat audisi tanpa musik, ia membawakan lagu berjudul Keramat dari Rhoma Irama.

“Iya, Alhamdulillah lolos tahap pertama, semoga bisa lolos ke tahap selanjutnya. Ada lagu tantangan dari juri, judulnya Pengemis Cinta dari Jhoni Iskandar. Terus ada lagu wajibnya juga itu judulnya Air Mata Perkawinan dari Mansur S,” katanya.

Audisi ini merupakan yang ketiga kalinya ia ikuti, tahun-tahun sebelumnya pun ia ditemani sang ibu. Namun, di tahun ini ia memberanikan sendiri untuk datang tanpa ibunya. “Tahun-tahun kemarin sama ibu, tapi tahun ini sendiri. Kasian soalnya, kan nunggunya kelamaan,” ucapnya.

Shandy sendiri merupakan seorang pemandu acara dan juga penyanyi panggung hiburan di sejumlah acara pernikahan. Ia sengaja mengikuti perlombaan ini untuk membuat bangga kedua orang tuanya dan mewujudkan cita-cita. “Motivasinya ingin mengangkat derajat orang tua, dan mewujudkan cita-cita masa kecil saya,” kata pemuda asal Kampung Gempol ini. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here