Selasa, 19 Juni 2018
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak, Dede Supriyatna dan Sekretaris Distanbun Rahmat Yuniar, saat menjelaskan rencana peluncuran beras Ciberang, di aula Multatuli Pemkab Lebak, Kamis, (18/1/2018).*

Warga Antusias Sambut Beras Ciberang

LEBAK, (KB).- Masyarakat Kabupaten Lebak, khususnya Kota Rangkasbitung dan sekitarnya memadati peluncuran beras merek Ciberang di kawasan hari bebas kendaraan (car free day), sekitar Alun-alun Rangkasbitung, Ahad (11/2/2018). Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak mengatakan, produksi beras dengan brand Ciberang asli hasil pengembangan usaha gabungan kelompok tani (gapoktan).

“Produksi beras Ciberang merupakan unggulan kelompok tani dengan memiliki kualitas beras premium. Saat ini, produksi beras petani Kabupaten Lebak dipasok ke sejumlah pasar tradisional di Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta hingga Lampung. Peluncuran beras Ciberang guna meningkatkan produksi pangan juga pendapatan ekonomi petani,” kata Kadistanbun Dede, Ahad (11/2/2018).

Menurutnya, pemerintah meluncurkan beras merek Ciberang itu khas produk daerah yang bisa dibanggakan masyarakat. Keunggulan beras merek Ciberang rasanya pulen, putih dan beraroma. “Kami mendorong agar kelompok tani meningkatkan produksi beras Ciberang juga kualitas sehingga bisa bersaing di pasaran, sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.

Saat peluncuran, ujarnya, beras Ciberang dijual Rp 10.200 per kilogram dengan kemasan antara 5 kg dan 25 kg. ”Masyarakat berbondong-bondong memadati areal stan peluncuran beras Ciberang karena harganya relatif terjangkau juga memiliki kualitas,” ucapnya. Ketua Gapoktan Suka Mulya Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Muhammad Arsad mengatakan, pihaknya pada peluncuran beras merek Ciberang menyediakan sebanyak 1,5 ton beras habis terjual karena memiliki kualitas juga harganya terjangkau masyarakat.

”Kami mengembangkan beras Ciberang itu karena menggunakan benih unggul dengan masa panen 110 hari setelah tanam juga tahan terhadap serangan hama dan tingkat produktivitas relatif bagus. Kami akan terus mengembangkan produksi beras Ciberang dengan meningkatkan kualitas,” tuturnya. (ND)***


Sekilas Info

Micro Bus Wisatawan Terguling Di Sawarna

LEBAK, (KB).- Sebuah micro bus elf warna silver B 7663 FAA milik PT Yutaka Trans …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *