Selasa, 25 September 2018

Warga Adukan Pencemaran Sungai

PANDEGLANG, (KB).- Warga Kampung Ciherang, Desa Cimoyan, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang berencana mengadukan pencemaran Sungai Ciherang ke Pemprov Banten. Sebab, aliran sungai tersebut sudah hampir sepuluh tahun tercemar limbah pencucian galian pasir kiriman dari wilayah Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak.

Salah seorang warga Picung, Bambang Ferdiansyah mengatakan, pencemaran sungai tersebut telah terjadi cukup lama. Namun demikian, warga belum mengambil sikap untuk melaporkan pencemaran tersebut ke Pemkab Pandeglang. Karena, khawatir bentrok fisik dengan pemilik galian pasir tersebut.

”Mau gimana lagi, kan kita sebagai warga awam tidak terlalu paham soal hukum dan peraturan pemerintah, maka kami selaku warga penerima manfaat sungai tersebut tetap membiarkan keadaan sungai tercemar. Sekarang kami berencana untuk mengambil tindakan melaporkan pencemaran sungai ke pemerintah, meski masih ada kekhawatiran dan rasa takut mendalam,” kata Bambang Ferdiansyah kepada Kabar Banten, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, sesuai rencana warga sudah siap melaporkan pencemaran sungai baik ke Pemkab Pandeglang maupun ke Pemprov Banten. Dengan harapan agar gubernur dan bupati bisa menindaklanjuti dan mencari solusi terbaik untuk masyarakat. Sebab, warga harus mempertahankan kelestarian sungai sebagai kebutuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian, mandi, dan mengairi area pertanian.

”Untuk tindak lanjut dari warga, kami Pemuda Peduli Sungai Ciherang akan membuat pengaduan terkait kasus pencemaran sungai ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala DLH Kabupaten Pandeglang, Indah Dinarsiani menuturkan, kasus pencemaran sungai oleh limbah galian pasir segera ditelusuri. Tim dari DLH akan menguji sampel setelah warga nanti melaporkan kasus tersebut ke pemerintah daerah. ”Silakan warga yang merasa terganggu untuk membuat pengaduan kasus pencemaran sungai ke DLH. Nanti tim akan turun menguji sampel air yang tercemar. Saya harap jika warga merasa terganggu, ya tidak usah takut,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pandeglang, Iing Andi Supriadi menyarankan warga untuk mediasi dengan pihak pemilik galian pasir tersebut agar ada solusi terbaik. ”Ya, ini masalah serius menyangkut kepentingan warga dan saya minta Distamben Provinsi Banten agar turun ke lapangan untuk memastikan apakah galian pasir itu memiliki izin atau tidak. Namun saya harap ada langkah mediasi untuk dibuatkan sarana MCK bagi warga,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*


Sekilas Info

Bidan Garda Terdepan ‎Kesehatan Bangsa

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita mengatakan, profesi bidan menjadi ujung tombak pembangunan manusia Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *