Sabtu, 20 Oktober 2018
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat menghadiri undangan United City and Local Goverment Asia Pacific Congress yang dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya dan makan malam dengan Wali Kota Surabaya, Risma.

Walikota Tangerang Kunjungi Walikota Surabaya, Pemkot Tangerang Belajar Pengelolaan Sampah

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menyempatkan diri, untuk memenuhi undangan jamuan makan malam dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada Rabu (12/9/2018) malam. Jamuan makan malam yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya tersebut, berlangsung dengan penuh keakraban.

Arief yang hadir bersama dengan Kepala Bappeda, Said Endra Wiyanto dan Asisten I, Ivan Yudhianto serta juga Asisten III, Tatang Sutisna disambut langsung oleh ibu Risma di kediamannya bersama dengan unsur pejabat di Lingkup Pemkot Surabaya.

Berbagai isu penting dibahas oleh kedua kepala daerah, mulai dari soal penanganan sampah hingga soal penanganan masalah banjir termasuk juga soal perizinan dengan isu penerapan online single submission (OSS) yang memang lagi hangat. “Sekarang Pemkot Tangerang sedang melakukan lelang terkait pemanfaatan sampah untuk listrik, kami juga sudah belajar dari Surabaya terkait dengan pengelolaan sampahnya terutama terkait penggunaan teknologi yang tepat,” katanya mengawali topik pembicaraan.

Risma terlihat serius mendengarkan cerita Wali Kota Tangerang. Sambil sesekali memanggil stafnya, untuk menjelaskan program pengelolaan sampah di Surabaya. “Coba jelaskan ke pak Arief teknologi gasifikasi sampah tuh apa ya toh?,” ujarnya ke salah satu kepala dinas.

Selama kurang lebih sejam, Arief dan Risma berdiskusi dan saling sharing ilmu pengelolaan kota sambil ditemani makanan dan camilan khas Surabaya, seperti nasi rawon, tahu campur, dan es selasih. “Saya juga bermaksud, untuk mengundang bu Risma untuk hadir di acara Health Sumit pada November nanti. Dalam kegiatan ini, kami juga mengundang para praktisi kesehatan dan lingkungan seluruh Indonesia,” ucap Arief.

Kunjungan Arief ke Kota Pahlawan tersebut, selain untuk bertemu dengan Wali Kota Surabaya juga sekaligus untuk memenuhi undangan dari APEKSI dalam acara Diskusi Panel tentang Sinergitas Perencanaan Pembangunan Daerah.

Hadiri Kongres Wali Kota Asia Pasifik

Setelah menggelar jamuan makan malam dengan Wali Kota Surabaya, orang nomor satu di Kota Tangerang pada Kamis (13/9/2018) menghadiri undangan United City and Local Goverment (UCLG) Asia Pacific (ASPAC) Congress yang dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya.

Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dihadiri oleh 150 Wali Kota dan Kepala Daerah se-Asia Pasifik. Selain itu, hadir juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dan juga Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan.

Arief memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk mengomunikasikan berbagai program yang ada di Kota Tangerang dengan para pejabat yang hadir, dimulai dari Menteri ESDM, dia meminta kepada Jonan, untuk membantu pembangunan PLTSA di Kota Tangerang.

“Pak sekarang kami lagi masuk tahap lelang untuk pembangunan PLTSA, ini sudah tiga tahun prosesnya, makanya kami mau konsultasi ke pak menteri biar bisa segera terealisir,” tuturnya saat bertemu dengan mantan Menteri Perhubungan tersebut. Jonan setuju untuk membantu pembangunan PLTSA di Kota Tangerang, namun dia meminta, agar pemda juga menyiapkan lahannya. “Pak wali silakan kirim surat ke saya biar nanti PLN yang membangun, karena ini progresnya lambat,” katanya.

Selain Jonan, Arief juga menyempatkan diri, untuk bertemu dengan Anis Baswedan, untuk membahas soal penyelesaian masalah kemacetan dan banjir di perbatasan DKI Jakarta dan Kota Tangerang. Ia berharap, agar Anis bisa melanjutkan program pembangunan Elevated Busway di Kota Tangerang termasuk juga kerja sama lain yang dulu pernah terjalin semasa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

“Pak gubernur elevated busway itu efeknya luar biasa bagi Kota Jakarta dan Tangerang, karena banyak warga yang memanfaatkannya termasuk yang tinggal di Larangan maupun Ciledug. Terbukti bisa mengurai kemacetan di daerah perbatasan. Ya mungkin ke depan kami bisa adakan forum yang bisa membahas hal itu lebih lanjut pak,” ujarnya yang langsung disambut anggukan oleh mantan Menteri Pendidikan RI yang juga berjanji akan segera menindaklanjuti usulan tersebut.

Acara Kongres UCLG ASPAC dibuka dengan sangat meriah oleh Dirjen Otda, Sumarsono. Dalam sambutannya, dia kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi dari berbagai kota, untuk memecahkan berbagai persoalan yang sama. Hal senada juga disampaikan oleh Maimunah M Sharif, Direktur Eksekutif UN Habitat yang mengingatkan tantangan pembangunan ke depan mulai dari banjir, sanitasi, pengangguran, dan juga pertumbuhan populasi yang harus bisa dipecahkan bersama oleh para kepala daerah yang tergabung dalam UCLG. “Perlu inovasi, untuk memecahkan semua permasalahan tersebut,” ucapnya melalui rekaman video. (DA)*


Sekilas Info

Warga Demo Mapolsek Cisauk

TANGERANG, (KB).- Puluhan warga Kecamatan Setu, Tangsel mendemo Kantor Mapolsek Cisauk, di Jalan Raya Lapan, Cisauk, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *