Wali Kota Tangsel Sambangi Barak Latihan Capaska di Cilenggang

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyambangi tenda barak latihan pelajar calon pasukan pengibar bendera atau capaska.

Ia memberikan dukungan moril 59 capaska yang psikologisnya sempat menurun. “Kalau ada keluhan sampaikan langsung kepada senior. Jangan sungkan,” katanya di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Senin (5/8/2019).

Kedatangan Airin sempat memberikan kejutan bagi belasan pelajar putri yang sedang beristirahat. Mereka kaget dan langsung duduk di lantai tenda barak.

Menurut orang nomor satu di Kota Tangsel tersebut, para pelajar yang kini tergabung dalam capaska harus bangga. Mampu menjadi pelajar terbaik di Kota Tangsel, sehingga diberikan kepercayaan untuk mengibarkan bendera merah putih pada Sabtu (17/8/2019) nanti.

Pada kesempatan tersebut, dia berpesan, seluruh pelajar capaska harus dapat menjaga marwah lembaga. Mereka harus bisa menjaga kesehatan, agar bisa mengembang tugas tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

“Saya akan evaluasi demi kebaikan kita bersama dan semoga hal-hal yang tidak diinginkan besok dan seterus tidak terulang kembali,” ujarnya.

Pengawasan latihan sesuai SOP

Sementara itu, Pelatih Calon Pasukan Pengibar Bendera Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Sersan Satu Appoulo mengungkapkan, selama ini pengaturan jadwal latihan dibuat oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah heboh meninggalnya Aurrellia Quratuaini, pelajar kelas XI MIPA 3 SMA Al Azhar BSD. “Secara teknis di lapangan kami bertanggung jawab dalam kegiatan pelatihan Paskibra,” ucap prajurit Batalyon Kavaleri 9 Serpong tersebut lewat keterangan resmi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, selebihnya untuk pengawasan pelajar capaska diserahkan sepenuhnya ke Purna-Paskibra Indonesia (PPI) Kota Tangsel. Selama latihan di Lapangan Cilenggang mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB, jadwal sudah dilaksanakan sesuai arahan Dispora.

“Sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan SOP (standar operasional prosedural) serta pengawasan yang melekat,” tuturnya.

Secara tegas dia membantah, pemberitaan yang beredar di media sosial. Ia menuturkan, tidak benar almarhumah Aurel terjatuh saat latihan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Karena, saat mengembuskan napas terakhir pada tanggal 1 Agustus 2019 di rumahnya Perum Royal II Cipondoh dan sempat dibawa ke rumah sakit oleh orangtuanya,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here