Wali Kota Tangerang Kaji Penghapusan Eselon

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sedang mengkaji penghapusan level pangkat aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Tangerang.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyatakan akan memutus jabatan eselon III dan IV demi memangkas birokrasi.

“Pemerintahan pusat, kan, inginnya semakin menyederhanakan birokrasi. Wacana eselon dikurangin, supaya pindah ke fungsional, makanya itu sedang kami kaji dampaknya kayak apa,” katanya di Puspemkot Tangerang, Kamis (31/10/2019).

Ia menuturkan, pemangkasan eselon III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang dipastikan mengubah struktural secara besar-besaran. Menurut dia, jika eselon setingkat jabatan kasie dan kabid tersebut, dihilangkan, akan berdampak bagi jenjang karier pegawai.

Sehingga, dikhawatirkan memengaruhi motivasi para pegawai dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Secara struktural memang kami perlu berjenjang, karena ini kan bagian dari karier pegawai. Jadi, tanpa mengurangi motivasi kinerja pegawai khususnya ASN, mudah-mudahan program-programnya bisa terwujud,” ujarnya.

Namun demikian, dia meyakini, Indonesia akan semakin maju di bawah kepemimpinan Jokowi dan Maruf Amin, namun dia belum mendapat dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat.

Sebab, dia menuturkan, jika pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di Kota Tangerang mengalami perlambatan.

“Harapannya pembangunan di Kota Tangerang bisa semakin meningkat, kami punya tantangan adanya perlambatan ekonomi, resesi, dan lainnya. Maka, kami semua harus mampu bekerja sama dan sama-sama kerja dengan dukungan Pemerintah Pusat,” ucapnya.

Sementara itu, Pemkot Tangerang membuka penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) untuk 2019. Kota Tangerang menerima kuota sebanyak 355 CASN penerimaan baru.

“Hanya di setujui sebanyak 355 untuk berbagai posisi,” tutur Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang M Lutfi.

Ia mengatakan, formasi kuota terbanyak dari kuota CASN diperuntukkan bagi tenaga teknis, seperti insinyur dan manajemen. Kuota sebanyak ratusan tersebut, berasal dari Pemerintah Pusat.

“Paling banyak tenaga teknis sebanyak 145 kuota. Untuk pendidikan kuota sebanyak 109 dan kesehatan 101 kuota,” katanya.

Selain CASN, dia menjelaskan, Pemkot Tangerang mengusulkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 800 orang.

Ia menambahkan, Pemkot Tangerang membutuhkan banyak tambahan aparatur untuk ditempatkan di berbagai bidang, seperti tenaga kesehatan, tenaga pengajar, hingga tenaga teknis. “Kami membutuhkan formasi guru, medis, dan tenaga infrastruktur,” ujarnya.

Berdasarkan data BKPSD jumlah pegawai atau aparatur sipil negara di Kota Tangerang saat ini sebanyak 8.170 orang. Jumlah tersebut, sudah dikurangi mereka yang memasuki usia pensiun sebanyak 295 orang. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here