Wali Kota Serang Lantik 276 Pejabat

    Pelantikan pejabat di lingkungan Penkot Serang, Jumat (28/6/2019).*

    SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melaksanakan pelantikan dan pengukuhan terhadap 276 pejabat di Lingkungan Pemkot Serang, Jumat (28/6/2019). Jumlah tersebut dominan untuk mengisi kekosongan pegawai berstatus aparatur sipil negara (ASN) di kelurahan.

    Ratusan pejabat tersebut, terdiri dari pengukuhan JPT Pratama, administrator, dan pengawas sebanyak 111 orang, pengukuhan fungsional kepala Puskesmas 16 orang dan rotasi, mutasi, serta promosi sebanyak 149 orang.

    “Ada yang sebagian promosi, kemudian yang paling banyak promosi mengisi kekosongan di kelurahan. Ada juga yang pengukuhan dan ada juga yang penyegaran,” kata Wali Kota Syafrudin seusai pelantikan.

    Menurut dia, pengisian kekosongan ASN di kelurahan diprioritaskan, karena berkaitan dengan penyerapan dana kelurahan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 370 juta. Sehingga, banyak dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dilebur dari eselon IVb mengisi di kelurahan.

    “Saya kira tidak terlalu cepat (dari pelantikan sebelumnya), sebab ini pengisian di kelurahan,” ujarnya.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Tubagus Urip Henus mengatakan, pelantikan tersebut bagian dari pemenuhan kebutuhan organisasi di Pemkot Serang. Selain itu, dalam rangka mewujudkan visi dan misi wali kota dan wakil wali kota.

    “Kalau misalnya pelantikan ini ada yang salah, namanya juga orang banyak, tinggal komunikasi dengan baik. Kami benahi pelan-pelan,” ucapnya.

    Menurut dia, pelantikan tersebut, bukan keinginan wali kota saja, tetapi sudah melalui kajian bersama. “Dilakukan. Kan tadi pak wali kota jelas ngomong melalui (pemetaan kompetensi), bukan wali kota sendiri,” tuturnya.

    Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Ujang Supriyadi mengatakan, pengisian untuk kekosongan ASN di kelurahan termasuk bagian rotasi, mutasi, dan promosi.

    “Dari semua OPD, dari UPT yang dilebur. Jadi, punya jabatan, sehingga tidak dirugikan,” katanya.

    Ia mengungkapkan, UPT yang dilebur seluruhnya, yaitu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), di DP3AKB dari empat UPT dilebur menjadi dua. Kemudian, UPT Pertanian dan dua UPT Dishub dimerger menjadi satu UPT.

    “Untuk pengukuhan JPT pratama ada satu pak Mujimi yang berganti lembaganya dari badan menjadi dinas (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Jadi, dikukuhkan beserta kepala dinasnya,” ujarnya. (Masykur/RI)*

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here